RUANG.News, MAKASSAR – Sebanyak 20 tim program kreativitas mahasiswa (PKM) dari Universitas Hasanuddin (Unhas) berhasil lolos ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 yang akan digelar di Unhas pada 23-28 November mendatang.
Jumlah tersebut menempatkan kampus merah sebagai peserta terbanyak di ajang paling bergengsi bidang riset dan inovasi mahasiswa tersebut.
Adapun rincian tim PKM Unhas yang lolos ke PIMNAS ke-38, yaitu 2 tim PKM Kewirausahaan, 4 tim PKM Pengadian kepada Masyarakat, 8 tim PKM Sksakta, 5 tim PKM Riset Sosial Humaniora, dan 1 tim PKM Video Gagasan Konstruktif.
Secara nasional, terdapat 420 tim dari 170 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang berhasil lolos ke tahap PIMNAS ke-38.
Ratusan tim akan bertemu dan menunjukkan keunggulan dalam bidang inovasi, penelitian, dan pengabdian masyarakat pada tanggal 23 – 28 November 2025 di Universitas Hasanuddin, yang dipercaya sebagai tuan rumah.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. drg. Muhammad Ruslin, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari keseriusan Unhas dalam pembinaan kemahasiswaan, yang dapat memunculkan gagasan kreatif mahasiswa.
“Keberhasilan ini menjadi bukti konsistensi Unhas dalam membina dan mendampingi mahasiswa agar mampu berinovasi. Kami berkomitmen memberikan dukungan penuh, baik dalam pembinaan maupun fasilitas, agar seluruh tim dapat tampil maksimal di Pimnas nanti,” kata Prof Ruslin.
Prof Ruslin juga mengatakan, menjadi tuan rumah PIMNAS tahun ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Unhas untuk menunjukkan kualitas akademik, kolaborasi, dan semangat inovatif mahasiswa.
“PIMNAS 2025 di Unhas tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mencetak calon-calon inovator muda Indonesia,” kata Prof. Ruslin.
Sebelumnya, pada tahap pendanaan PKM Tahun 2025, terdapat 240 proposal yang diajukan oleh mahasiswa Unhas. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 proposal berhasil didanai dengan total pendanaan sebesar Rp525.640.000.
Capaian ini menunjukkan efektivitas pembinaan dan pendampingan berkelanjutan yang dilakukan Unhas dalam menyiapkan mahasiswa berprestasi di ajang nasional.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa menyebutkan bahwa capaian tersebut merupakan jawaban berbasis fakta atas berbagai kritik kebijakan kemahasiswaan di Unhas.
Sejak awal rektor yang karab disapa Prof JJ itu mengintegrasikan tata kelola kemahasiswaan yang diselaraskan dengan kegiatan akademik. Insan kampus yang kritis tidak cukup hanya berdemonstrasi dan unjuk rasa.
“Bukti bahwa ekosistem riset, inovasi, dan kreativitas mahasiswa di Unhas telah tercipta kuat dan berkelanjutan. Saatnya kita tunjukkan bahwa Unhas adalah kampus papan atas di Indonesia,” kata Prof JJ.
Prof JJ menegaskan bahwa posisi Unhas sebagai Tuan Rumah PIMNAS ke-38 adalah kebanggaan dan sekaligus harga diri. Kegiatan ini harus disukseskan, sebagai wujud harga diri kampus kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. (*)





