RUANG.News, JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengirimkan surat resmi bernomor S-662/MK.08/2025 tertanggal 20 Oktober 2025, yang ditujukan kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota di Indonesia. Isinya, meminta seluruh kepala daerah untuk mempercepat realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.
“Kami meminta agar dilakukan percepatan penyerapan belanja daerah secara efisien dan efektif dengan tata kelola yang baik,” tulis Purbaya dalam surat tersebut.
Purbaya meminta para kepala daerah segera mengoptimalkan belanja daerah agar pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga. Ia menekankan empat langkah yang perlu dijalankan secara konkret.
Pertama, mempercepat penyerapan belanja daerah secara efisien dan transparan. Kedua, segera memenuhi kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga yang menangani proyek-proyek daerah.
Ketiga, memanfaatkan dana simpanan Pemda di perbankan untuk mendanai program dan proyek yang sudah direncanakan.
Keempat, melakukan monitoring rutin mingguan atau bulanan terhadap pelaksanaan belanja dan pengelolaan dana daerah hingga akhir tahun 2025.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.
Surat tersebut juga ditembuskan kepada Presiden Prabowo Subianto, Menteri Dalam Negeri (Mendgri) Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, serta dua direktur jenderal di Kementerian Keuangan.
Sekadar diketahui, sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga telah meminta kementerian/lembaga (K/L) segera membelanjakan anggaran di awal 2026 agar tak ada lagi kasus dana mengendap di bank.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menyebut langkah tersebut juga menjadi upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah menargetkan ekonomi tumbuh 6 persen dalam jangka pendek.
“Strategi untuk 2026, khususnya APBN, itu harus makin dini belanjanya. Kami akan lihat terutama di kuartal I, K/L dengan belanja yang besar itu akan kami koordinasikan agar benar merealisasikan mayoritas belanja di kuartal I (2026),” tutur Febrio, Rabu (5/11).
Ia membeberkan tiga kunci mesin pertumbuhan Indonesia. Ketiganya adalah instrumen fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi.
Febrio berharap, sentimen positif akan terus terbangun dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi di tahun ini. Pada kuartal keempat tahun ini, pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5,5 persen.
Ia menegaskan, Kemenkeu juga bakal terus mengupayakan instrumen fiskal untuk terus aktif mendorong kinerja mesin ekonomi.
“Kalau mesin fiskal dan sektor keuangan hidup, tapi iklim usaha tidak membaik, ini akan timpang. Jadi, tiga-tiganya harus dilakukan. Ini membutuhkan kolaborasi yang kuat di antara kabinet untuk mewujudkan hasil dari mesin-mesin pertumbuhan ini,” pungkas Febrio. (*)
Facebook Comments Box






