RUANG.News, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulselsi Selatan (Sulsel) menargetkan produksi padi Sulsel tahun 2025 mencapai 5,40 juta ton gabah kering giling atau setara 3,10 juta ton beras. Angka tersebut naik lebih dari 12 persen dibanding tahun 2024.
Selain itu, proyeksi luas panen juga meningkat menjadi 1,04 juta hektare atau naik sekitar 9 persen. Hal ini disampaikan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, saat merilis Program Mandiri Benih Padi Andalan 2025 di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Minggu (16/11/2025).
Sudirman menyampaikan dorongan agar Sulsel tetap berada pada posisi strategis dalam penyediaan beras nasional. Ia menilai, peran Sulsel sebagai penyangga stok beras perlu terus dipertahankan.
“Bapak Presiden selalu menekankan pentingnya ketahanan pangan daerah sebagai penopang nasional. Survei dari BPS bahwa waktu kita ubinan (sawah) tahun 2022, pengujian kenaikannya sampai 8 ton menjadi 13 ton. Sekitar 20 persen,” kata Sudirman.
Sudirman juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mendukung upaya swasembada pangan yang dicanangkan Bapak Presiden.
“Saya bersama Ibu Wagub (Fatmawati Rusdi) dan jajaran anggota DPRD Sulsel selalu kompak mendukung upaya swasembada pangan yang dicanangkan Bapak Presiden melalui Kementerian Pertanian,” ujarnya.
Untuk informasi, program Mandiri Benih Padi Andalan 2025 menyediakan 5 juta kilogram benih padi unggul bagi 9.896 kelompok tani di seluruh wilayah Sulsel dengan dukungan anggaran Rp75 miliar dari APBD Provinsi Sulsel.
Pada Minggu (16/11/2025), sekitar 300-an truk diberangkatkan untuk mendistribusikan benih ke kabupaten dan kota sebelum diteruskan ke kelompok tani dan penerima perorangan.
Selain benih padi, bantuan lain turut diserahkan. Di antaranya benih jagung, bibit kopi, bibit durian, serta alat dan mesin pertanian berupa hand tractor, combine harvester, cultivator, dan hand sprayer. (*)










