RUANG.NEWS MAKASSAR — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin, menegaskan bahwa pihaknya selalu mendukung kontingen Kota Makassar setiap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan.
Penegasan tersebut disampaikan Nursaidah untuk merespons kekecewaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar terkait belum adanya tanggapan atas penawaran kerja sama pendampingan pelayanan kesehatan.
“Setiap Porprov kami selalu menyiapkan tim untuk mendampingi,” kata Nursaidah Sirajuddin, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, permohonan audiensi yang diajukan KONI Makassar baru diterima pada pekan lalu.
Namun, setelah surat masuk, seluruh kantor pemerintah memasuki masa libur akhir tahun sehingga Dinkes Makassar masih melakukan penyesuaian.
“Apalagi di akhir tahun kita semua berkonsentrasi pada realisasi program dan anggaran,” ujarnya.
Nursaidah memastikan Dinkes Makassar tetap mendukung pengembangan olahraga di Kota Makassar, termasuk melalui penyediaan anggaran pendampingan tim kesehatan bagi atlet.
Menurutnya, Dinkes Makassar juga telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) khusus dalam pendampingan atlet pada setiap pelaksanaan Porprov.
“Di anggaran 2026 sudah kami siapkan untuk tim pendamping kesehatan, karena memang sudah ada SOP setiap ada Porprov,” tandasnya.
Sebelumnya, Pengurus KONI Kota Makassar mengaku kecewa terhadap sikap Dinkes Makassar yang dinilai tidak merespons tawaran kerja sama pendampingan pelayanan kesehatan.
Ketua Bidang Kerja Sama KONI Kota Makassar, Andi Lukmanul Hakim, mengatakan pihaknya telah mengajukan surat permohonan audiensi sejak 24 Desember 2025, namun hingga kini belum mendapat balasan.
“Saya masukkan surat permohonan audiensi tanggal 24 Desember dengan nomor 207/UND/KONI-MKS/XII/2025, tapi sampai hari ini belum dibalas. Saya juga menghubungi Ibu Kadis, dr. Nursaidah Sirajuddin, melalui telepon, namun tidak mendapat respons,” kata Lukman, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut diajukan untuk mendukung pelaksanaan Porprov Sulsel 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Bone dan Wajo pada Juni mendatang.
“Kami hanya meminta kerja sama pendampingan kesehatan. Minimal bantuan tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan yang memadai, serta transportasi kesehatan,” ujarnya.
Menurut Lukman, jika program pendampingan tersebut dapat direalisasikan, hal itu akan berdampak positif bagi atlet Kota Makassar yang berlaga di Porprov 2026.
“Ini semua demi kebaikan atlet, tetapi kami merasa diabaikan. Hal ini sudah kami sampaikan kepada Ketua KONI Kota Makassar untuk ditindaklanjuti,” tutupnya.(**)





