RUANG.NEWS JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, menyatakan optimistis bahwa Ibu Kota Nusantara (IKN) akan siap beroperasi penuh sebagai pusat pemerintahan atau ibu kota politik pada tahun 2028.
Keyakinan tersebut didasarkan pada perkembangan pembangunan di lapangan serta dukungan kuat pemerintah pusat.
Optimisme itu menguat setelah kunjungan perdana Presiden Prabowo Subianto ke IKN pada awal pekan ini.
Menurut Taufan, kehadiran Presiden langsung di lokasi pembangunan merupakan bukti nyata adanya kemauan politik pemerintah untuk mempercepat proses pemindahan ibu kota negara.
“Saya sangat optimistis. Kita harus melihat IKN sebagai ibu kota politik tempat pilar eksekutif, legislatif, dan yudikatif menjalankan fungsi kenegaraan. Target 2028 sangat masuk akal melihat progres di lapangan,” ujar Taufan.
Mantan Wali Kota Parepare tersebut juga membagikan pengalamannya ketika menginap di hunian aparatur sipil negara (ASN) di kawasan IKN sebulan lalu.
Ia menyebut fasilitas dasar telah tersedia dan siap mendukung aktivitas ASN maupun masyarakat.
“Saya merasakan langsung tinggal di tower ASN yang sudah mengadopsi sistem smart home. Fasilitasnya sangat menjanjikan. Rumah sakit, pasar, dan sekolah sudah ada. ASN yang mulai bertugas di sana juga merasa nyaman,” ungkapnya.
Menyoal pembangunan gedung legislatif, Taufan memastikan proses konstruksi terus berjalan. Komisi II DPR RI sebagai mitra kerja Otorita IKN berkomitmen mengawal penggunaan anggaran agar sesuai perencanaan.
“Kami di Komisi II terus mengawal anggaran, termasuk alokasi Rp14 triliun yang telah disetujui. Dengan efisiensi dan pengawasan ketat, pembangunan gedung DPR dan lembaga lainnya diharapkan selesai tepat waktu,” tegas politisi Partai Golkar itu.
Di akhir pernyataannya, Taufan menegaskan bahwa IKN merupakan ikon kebanggaan baru Indonesia. Karena itu, seluruh pihak diminta ikut mendukung proses transisi pemerintahan menuju ibu kota baru agar berjalan terencana, masif, dan terstruktur.(**)






