Menu ✖

Politik

Mau Mendengar Sebelum Dilantik, PSI Sulsel Dinilai Bawa Tradisi Baru Politik

badge-check

Mau Mendengar Sebelum Dilantik, PSI Sulsel Dinilai Bawa Tradisi Baru Politik Perbesar

RUANG.NEWS MAKASSAR — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Selatan memulai langkah yang jarang dilakukan partai politik, yakni membuka ruang dialog dan mendengar pandangan kalangan akademisi sebelum pelantikan pengurus, Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil), hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas).

Jajaran pengurus PSI Sulsel yang dipimpin Ketua Harian Rahmansyah bersilaturahmi dengan sejumlah akademisi, di antaranya Prof. Dr. Firdaus Muhammad, M.Ag, Dr. Andi Luhur Prianto, serta Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar, S.S., M.Hum. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyerap kritik dan gagasan agar agenda partai tidak sekadar bersifat seremonial.

Ketua Harian PSI Sulsel, Rahmansyah, menegaskan bahwa langkah ini merupakan sikap politik yang disengaja dan menjadi pembeda PSI dibandingkan partai lain.

“Kami sadar, tidak banyak partai yang mau mendengar sebelum dilantik. PSI Sulsel justru memulai dari situ, membuka diri terhadap kritik dan masukan sebelum melangkah lebih jauh,” kata Rahmansyah.

Ia menambahkan, PSI Sulsel datang untuk mendengar, bukan menggurui, agar seluruh agenda ke depan benar-benar berpijak pada pemikiran rasional dan kepentingan publik.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Prof. Dr. Firdaus Muhammad menilai pendekatan PSI Sulsel sebagai hal positif dan relatif baru dalam praktik kepartaian.

“Langkah PSI Sulsel seperti ini merupakan pendekatan yang positif. Tidak banyak partai yang mau mendengar lebih dulu sebelum menetapkan arah politiknya,” ujar Prof. Firdaus.

Menurutnya, dialog seperti ini akan mendekatkan partai dengan kerja-kerja kebaikan yang rasional dan berbasis pendekatan akademik.

Sementara itu, Dr. Andi Luhur Prianto menilai langkah PSI Sulsel sangat tepat karena memberi ruang akademisi untuk berkontribusi dalam membangun kedekatan partai dengan masyarakat.

“Partai politik memang seharusnya membuka ruang dialogo seperti ini untuk memberi saran. Ini bisa menjadi jembatan antara partai dan masyarakat,” kata Andi Luhur.

Hal senada disampaikan Prof. Dr. Andi Muhammad Akhmar. Ia menilai dialog sebelum pelantikan menunjukkan keseriusan PSI Sulsel membangun politik berbasis gagasan.

“Dialog dengan akademisi sebelum pelantikan menandakan bahwa PSI Sulsel ingin membangun politik yang berpijak pada pemikiran, bukan sekadar seremoni,” ujarnya.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi PSI Sulsel dalam menyukseskan agenda-agenda besar partai sekaligus memperkuat peran politik yang terbuka, rasional, dan solutif.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Supriansa Ajak Kader Golkar Makassar Rapatkan Barisan Menuju Musda

12 Okt 2026 - 00:05 WITA

Supriansa Ajak Kader Golkar Makassar Rapatkan Barisan Menuju Musda

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

11 Okt 2026 - 17:05 WITA

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

10 Okt 2026 - 22:02 WITA

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

10 Okt 2026 - 19:37 WITA

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

9 Okt 2026 - 00:52 WITA

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik
Trending di Politik