RUANG.NEWS MAKASSAR — Mantan Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan, Rusdi Masse (RMS), resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Bergabungnya RMS dinilai menjadi momentum besar bagi penguatan PSI, khususnya di wilayah Sulawesi.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menyampaikan apresiasi atas keputusan Rusdi Masse tersebut. Ia menyebut bergabungnya RMS sebagai bentuk komitmen dan pengorbanan dalam perjuangan politik.
“Saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada sahabat saya, Rusdi Masse. Kami bukan saudara sedarah, tetapi hubungan kami melebihi saudara. Ketika saya keluar dari NasDem, dia berjanji tidak akan meninggalkan saya, dan hari ini janji itu ditunaikan,” ujar Ahmad Ali, Kamis (29/1) kemarin.
Menurut Ahmad Ali, kehadiran RMS akan memperkuat posisi PSI di Sulawesi. Ia optimistis PSI dapat menjadi kekuatan politik utama di kawasan tersebut.
“Saya berani mengatakan, dengan kehadiran Pak Rusdi, Sulawesi akan menjadi basis kuat PSI. Ini bukan sekadar pernyataan kosong. Kami punya pengalaman memenangkan kontestasi politik dan mengalahkan dominasi partai besar di Sulawesi,” katanya.
Ahmad Ali juga menjelaskan bahwa dirinya tidak secara langsung mengajak RMS bergabung. Keputusan tersebut lahir dari komitmen lama di antara keduanya untuk tidak saling meninggalkan dalam perjalanan politik.
“Setelah beliau menyelesaikan tugasnya sebagai anggota DPR dan memasukkan surat pengunduran diri, barulah beliau menyampaikan niat bergabung dengan PSI. Komitmen itu sudah terbangun sejak lama,” jelasnya.
Terkait posisi RMS di struktur partai, Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI menghargai kualitas kader dan akan menempatkan tokoh sesuai kapasitasnya.
Namun, struktur partai masih bersifat dinamis dan akan diputuskan melalui forum resmi.
“PSI tentu menghargai kualitas kader. Tidak mungkin tokoh seperti Rusdi Masse tidak diberi peran. Namun, penempatannya akan ditentukan melalui mekanisme partai,” pungkasnya.
Ahmad Ali juga menyebut bahwa ke depan akan ada tokoh-tokoh lain yang bergabung dengan PSI, seiring dengan agenda konsolidasi nasional yang tengah berlangsung.(**)








