RUANG.NEWS SIDRAP — Momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) ke-682 menjadi refleksi terhadap nilai kepemimpinan lokal yang diwariskan tokoh legendaris Nene Mallomo.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pesantren SEHATI – Lapakolongi, Dr. Wahidin Ar-Raffany, M.A., dalam catatannya yang dirilis bertepatan dengan peringatan hari jadi daerah, 18 Februari 2026.
Dalam tulisannya yang diterima redaksi ruang.news, Senin (16/2), Wahidin menyoroti sosok Nene Mallomo yang dikenal sebagai Tau Accana Sidenreng atau orang cerdas dari Sidenreng.
Tokoh tersebut dikenal luas sebagai figur pemimpin yang menjunjung tinggi keadilan, keteladanan, dan kedekatan dengan rakyat, sehingga Sidrap kerap dijuluki sebagai Bumi Nene Mallomo.
Ia menjelaskan, falsafah kepemimpinan Nene Mallomo menggambarkan tiga corak utama. Pertama, ketika berada di belakang rakyat, pemimpin berperan sebagai motivator yang memberi arah.
Kedua, saat berada di tengah masyarakat, pemimpin turut bekerja bersama rakyat. Ketiga, ketika berada di depan, pemimpin harus menjadi teladan.
Nilai kepemimpinan tersebut, menurut Wahidin, tercermin dalam prinsip keadilan yang dikenal melalui ungkapan “Ade e temmakkiana, temmakkiappo”, yang bermakna hukum tidak memandang kedudukan keluarga ataupun kerabat.
Dalam konteks kepemimpinan saat ini, ia menilai duet kepemimpinan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif dan Wakil Bupati Nurkanaah — yang dikenal dengan sebutan SAR-KANAAH — mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan tersebut.
Menurutnya, keduanya menunjukkan keteladanan melalui kinerja pemerintahan yang aktif, kedekatan dengan masyarakat, serta pengawasan terhadap kinerja jajaran pemerintahan dengan semangat pelayanan publik.
“Mereka hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan dan memberikan motivasi untuk bersama-sama mewujudkan Sidrap yang aman, makmur, dan sejahtera,” tulisnya.
Ia juga menilai kepemimpinan duet SAR-KANAAH mampu membawa perubahan signifikan selama satu tahun masa kepemimpinan, termasuk memperkuat posisi Sidrap sebagai daerah lumbung pangan dan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Dalam catatan tersebut, Wahidin menyampaikan harapan agar kepemimpinan daerah terus berjalan dengan semangat nilai budaya lokal, kebersamaan, serta komitmen membangun kesejahteraan masyarakat.
“Semoga Sidrap terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan dirahmati,” tulisnya menutup refleksi peringatan hari jadi tersebut.(**)







