RUANG.NEWS MAKASSAR — Konsultan dan peneliti Muh Asratillah menilai kepemimpinan Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari bersama Wakil Bupati Abustan Andi Bintang menunjukkan upaya membangun citra pemerintahan yang selaras dengan program strategis nasional.
Penilaian tersebut disampaikan dalam diskusi bertajuk “Barru Dalam Nahkoda Perempuan: Setahun Kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari” yang berlangsung di Makassar, Selasa (17/2/2026).
Asratillah menilai sinkronisasi program daerah dengan kebijakan nasional menjadi salah satu aspek yang menonjol dalam kepemimpinan pemerintah Kabupaten Barru.
Ia mencontohkan sejumlah program seperti Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, gerakan kebersihan berbasis nasional, hingga program Sekolah Rakyat.
“Yang menarik adalah upaya pemerintah daerah membangun citra pemerintahan yang selaras dengan program strategis nasional,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti langkah reformasi birokrasi yang dilakukan melalui pelantikan sekitar 153 pejabat sebagai bagian dari konsolidasi internal pemerintahan.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperkuat keselarasan visi pembangunan, mempercepat implementasi kebijakan, serta mengurangi fragmentasi birokrasi.
Ia menilai konsolidasi birokrasi penting mengingat jabatan kepala daerah memiliki masa kerja terbatas sehingga janji politik harus direalisasikan dalam waktu lima tahun.
“Saya melihat kepemimpinan Bupati cukup berhasil dalam mengendalikan dan mengonsolidasikan birokrasi. Soliditas birokrasi sangat menentukan implementasi kebijakan,” katanya.
Dalam diskusi tersebut, Asratillah juga menyinggung upaya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu tantangan utama Kabupaten Barru.
Kondisi geografis wilayah yang beragam, mulai dari pesisir hingga pegunungan, dinilai menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan.
Di sisi lain, persoalan lingkungan hidup juga menjadi perhatian. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup setempat, produksi sampah di Barru mencapai sekitar 95 ton per hari sehingga diperlukan solusi pengelolaan yang sesuai standar pemerintah pusat.
Menutup paparannya, Asratillah menilai kepemimpinan Andi Ina Kartika Sari memiliki tiga corak utama, yakni kepemimpinan kolaboratif, adaptif, dan komunikatif.
Hal ini terlihat dari upaya menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, kemampuan menyesuaikan kebijakan dengan situasi, serta pemanfaatan media sosial untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Menurutnya, narasi percepatan pembangunan yang diusung pemerintah daerah bukan sekadar wacana, tetapi didukung oleh sejumlah indikator pembangunan.
Di antaranya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai kisaran 75 poin, koefisien ketimpangan yang berada pada angka 0,345, serta pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari 4,92 persen pada 2024 menjadi 5,13 persen pada 2025.
Ia juga mencatat sektor kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi sekitar 37 persen terhadap perekonomian daerah, sementara sektor industri pengolahan mulai berkembang.
Pemerintah daerah disebut menjadikan sektor pertanian sebagai kebijakan utama dengan peningkatan hasil produksi mencapai 19,2 persen.(**)







