RUANG.NEWS SIDRAP — Produksi pertanian di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menuai pujian dari Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Andi Afdal.
Sidrap dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan pangan, tidak hanya untuk daerahnya sendiri, tetapi juga untuk wilayah lain di Indonesia.
Pujian tersebut disampaikan Andi Afdal saat menghadiri Tablig Akbar di pelataran Masjid Agung Sidrap, Jumat (27/2/2026), usai meninjau gudang Bulog di Parepare.
Di hadapan warga, Afdal menyatakan bahwa hasil pertanian Sidrap telah memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Tidak banyak daerah di Indonesia yang amalnya dan manfaatnya sama dengan Sidrap,” ujar Afdal dalam sambutannya.
Ia menegaskan, produksi pangan dari daerah berjuluk Bumi Nene Malomo itu tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi juga didistribusikan ke berbagai daerah lain di Indonesia.
“Sidrap bukan hanya memberi pangan untuk masyarakatnya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan capaian sektor pertanian Sidrap dalam setahun terakhir, khususnya pada komoditas padi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi gabah kering panen (GKP) Sidrap pada 2025 meningkat sebesar 129.464 ton atau 24,23 persen dibandingkan tahun 2024.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menargetkan produksi gabah kering panen pada 2026 mencapai 800 ribu hingga 1 juta ton. Target tersebut akan didukung dengan skema panen tiga kali dalam setahun.
Selain dikenal sebagai lumbung padi, Sidrap juga menjadi salah satu sentra telur ayam terbesar di Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data BPS 2025, jumlah rumah tangga peternak ayam petelur di daerah tersebut mencapai 557 unit.
Pada November 2025, Pemerintah Kabupaten Sidrap bahkan melepas puluhan truk pengangkut telur ayam ke berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan capaian tersebut, Sidrap terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional.(**)







