Menu ✖

News

Sikap DPP PKB Atas Tewasnya Pimpinan Iran Ali Khamenei: Dunia Tak Boleh Diam

badge-check

Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

RUANG.NEWS JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menyampaikan duka mendalam atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer di Teheran.

Berdasarkan berbagai laporan internasional, serangan tersebut disebut dilakukan oleh Israel dengan dukungan Amerika Serikat.

Ketua Departemen Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional DPP PKB, Luluk Nur Hamidah, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi RUANG.NEWS, Minggu (1/3), menyatakan peristiwa tersebut bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global.

“Peristiwa ini bukan hanya tragedi bagi Iran, tetapi juga pukulan serius bagi hukum internasional dan tatanan global yang selama ini dijunjung bersama,” ujar Luluk.

DPP PKB mengutuk keras tindakan pembunuhan politik melalui operasi militer terhadap pemimpin negara berdaulat.

Menurut Luluk, serangan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam hukum internasional maupun norma kemanusiaan serta berpotensi menciptakan preseden berbahaya bagi stabilitas dunia.

“Jika praktik semacam ini dibiarkan, maka dunia sedang bergerak menuju sistem internasional yang diatur oleh kekuatan militer, bukan oleh hukum,” katanya.

“Hari ini Iran menjadi target. Besok, negara mana pun dapat mengalami hal yang sama. Ketika pembunuhan terhadap pemimpin negara dianggap sah, maka tidak ada lagi jaminan keamanan bagi bangsa mana pun,” lanjutnya.

DPP PKB juga menilai ketiadaan sanksi tegas terhadap berbagai pelanggaran kemanusiaan sebelumnya, khususnya terkait tragedi kemanusiaan di Palestina, telah membuka ruang bagi eskalasi kekerasan lebih lanjut.

“Ketika standar ganda dipelihara, agresi akan terus berulang. Ketika keadilan tidak ditegakkan secara konsisten, konflik akan semakin meluas,” ujarnya.

Lebih lanjut, DPP PKB menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan geopolitik maupun dominasi kekuatan militer.

“Dunia membutuhkan keadilan yang universal, bukan hukum yang hanya berlaku bagi yang lemah,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, DPP PKB menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk melakukan langkah konkret, yakni:

  • Melakukan penyelidikan independen dan transparan atas serangan tersebut,
  • Menjatuhkan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran hukum internasional tanpa standar ganda,
  • Mendorong de-eskalasi konflik serta membuka jalur diplomasi, dan
  • Melindungi rakyat sipil dari dampak konflik yang semakin luas di kawasan Timur Tengah.

“Ketidakadilan global hari ini adalah ancaman bagi perdamaian dunia esok. Jika dunia terus diam, maka yang akan tumbuh bukan stabilitas, tetapi spiral konflik tanpa akhir,” kata Luluk.

DPP PKB juga menyampaikan solidaritas kepada rakyat Iran serta berharap komunitas internasional memiliki keberanian moral untuk menegakkan keadilan dan perdamaian yang berkelanjutan.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa soal Pemberhentian Husniah Talenrang

2 Okt 2026 - 22:58 WITA

MA Kabulkan Permohonan DPRD Gowa soal Pemberhentian Husniah Talenrang

Diduga Tertembak, Polisi Selidiki Kematian Remaja dalam Tawuran di Tallo Makassar

28 Sep 2026 - 01:35 WITA

Diduga Tertembak, Polisi Selidiki Kematian Remaja dalam Tawuran di Tallo Makassar

Soroti Penetapan Tersangka, Kuasa Hukum Bupati Gowa Siapkan Praperadilan

27 Sep 2026 - 00:08 WITA

Soroti Penetapan Tersangka, Kuasa Hukum Bupati Gowa Siapkan Praperadilan

Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Jufri Rahman Ungkap Mekanisme Plt Bupati

26 Sep 2026 - 00:05 WITA

Husniah Talenrang Jadi Tersangka, Jufri Rahman Ungkap Mekanisme Plt Bupati

Husnia Talenrang Hadiri Agenda Kementan Saat Rujab dan Kantor Bupati Gowa Digeledah

22 Sep 2026 - 01:39 WITA

Husnia Talenrang Hadiri Agenda Kementan Saat Rujab dan Kantor Bupati Gowa Digeledah
Trending di News