RUANG.NEWS PANGKEP — Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan dalam rangka memperkuat nilai spiritualitas dan komitmen demokrasi di bulan suci Ramadan, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Ramadan dan Demokrasi: Merawat Amanah, Menjaga Ukhuwah” tersebut dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kabupaten Pangkep, Jalan H. Moh. Arsyad B, Pangkajene.
Agenda ini merupakan implementasi dari Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Ngabuburit Pengawasan sebagai bagian dari penguatan spirit kelembagaan Bawaslu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan spiritualitas serta literasi politik dan hukum kepemiluan, baik di kalangan jajaran pengawas maupun masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan Mardiana Rusli, Ketua Bawaslu Pangkep Samsir Salam, Anggota Bawaslu Pangkep Andi Hikmawati dan Yulianto Ardiwinata, Koordinator Sekretariat Zulfikarnain beserta jajaran staf.
Turut hadir mantan Panwaslu Kecamatan, alumni P2P, pengurus Saka Adhyasta Pemilu, insan media, serta Ustaz Rusli Abdullah Dg. Lau yang membawakan tausiah.
Dalam sambutannya, Mardiana Rusli menegaskan pentingnya menjaga eksistensi dan integritas kelembagaan pada masa non tahapan pemilu. Ia menyebut Bawaslu saat ini berada dalam fase ujian eksistensi.
“Kita harus lebih giat melakukan aktivitas. Secara amanah, kita sedang berada pada satu proses ujian, antara ada dan tiada. Keberadaan Bawaslu sedang diuji posisinya,” ujarnya.
Menurutnya, secara struktural Bawaslu harus terus menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan, termasuk di luar tahapan pemilu. Salah satunya melalui Ngabuburit Pengawasan yang diisi dengan siraman rohani sebagai upaya memperkuat nilai-nilai demokrasi.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Pangkep, Samsir Salam, mengatakan tema Ramadan dan demokrasi dipilih sebagai refleksi dalam membangun kesadaran kolektif terkait amanah dan tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita mengambil tema ini dalam rangka berbicara mengenai demokrasi dan amanah, sehingga nilai-nilai Ramadan dapat menjadi penguat integritas dalam menjalankan tugas pengawasan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu berharap semangat ukhuwah, integritas, dan tanggung jawab moral semakin menguat, baik di lingkungan kelembagaan maupun di tengah masyarakat luas.(**)








