RUANG.NEWS MAKASSAR — Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD I Partai Golongan Karya Sulawesi Selatan, Muhidin M Said, menjadwalkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua baru DPD I Golkar Sulsel pada Maret 2026.
Hal tersebut disampaikan Muhidin saat menghadiri kegiatan konsolidasi kader yang dirangkaikan dengan peringatan Nuzulul Qur’an di Sekretariat DPD I Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Muhidin, pihaknya telah meminta panitia untuk segera menyusun struktur kepanitiaan Musda sebelum diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.
“Kita sudah sampaikan kepada sekretaris dan panitia agar menyusun kepanitiaan. Insyaallah kita segera meminta waktu kepada DPP karena Sulawesi Selatan sudah siap melaksanakan Musyawarah Daerah,” ujarnya.
Muhidin yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tersebut mengatakan jadwal pasti pelaksanaan Musda masih menunggu kesediaan Ketua Umum DPP Golkar untuk menghadiri kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan, Ketua Umum Golkar biasanya hadir dalam pelaksanaan Musda di berbagai daerah.
“Kita harapkan secepatnya bulan ini, kemungkinan akhir Maret. Namun, tetap menyesuaikan jadwal Ketua Umum karena beliau juga memiliki tugas sebagai penyelenggara negara,” katanya.
Terkait persiapan Musda, Muhidin menyebut panitia pelaksana telah ditunjuk. Ketua panitia dipercayakan kepada Lukman yang juga menjabat Ketua Fraksi Golkar, sementara posisi ketua steering committee dipegang oleh Armin Zulkifli.
Menurutnya, struktur kepanitiaan akan segera dilengkapi sebelum diajukan secara resmi ke DPP Golkar di Jakarta.
Muhidin juga memastikan proses pendaftaran calon ketua tetap dibuka sesuai mekanisme partai.
“Pendaftaran tetap ada sesuai mekanisme. Silakan saja mendaftar terlebih dahulu, nanti ada syarat-syarat yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa setiap kandidat yang maju dalam Musda tetap harus mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum DPP Golkar, sebagaimana mekanisme yang berlaku dalam partai.
“Semua proses politik di partai, baik legislatif maupun eksekutif, harus mendapat rekomendasi dari Ketua Umum. Karena mandataris partai adalah Ketua Umum,” ujarnya.
Muhidin menambahkan kriteria pemimpin Golkar Sulsel ke depan diharapkan mampu menjaga kekompakan serta mempersatukan seluruh kader partai di daerah.
“Yang terpenting adalah mampu mempersatukan kader-kader Golkar di Sulawesi Selatan tanpa membedakan kelompok,” katanya.
Ia juga menyebut terdapat sejumlah kader yang berpotensi maju sebagai calon ketua. Sebelumnya, kata dia, sudah ada sekitar enam nama kader yang disebut sebagai kandidat potensial.
Meski demikian, Muhidin menegaskan bahwa siapapun yang terpilih nantinya harus mendapat dukungan dari seluruh kader.
“Siapapun yang terpilih adalah kader terbaik Golkar di Sulawesi Selatan. Yang penting kita tetap kompak dan saling mendukung,” pungkasnya.(**)







