RUANG.NEWS MAKASSAR — Nama Ahmad Perdana Putra menjadi salah satu figur muda yang kini mendapat perhatian di kalangan organisasi kepemudaan di Sulawesi Selatan. Ia dipercaya menjabat Sekretaris Umum DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan periode 2026–2029.
Ahmad lahir di Padaelo pada 21 Maret 1994 dan tumbuh di Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone. Lingkungan yang menjunjung tinggi nilai harga diri, kerja keras, dan kearifan lokal menjadi fondasi dalam perjalanan hidupnya.
Nilai-nilai tersebut menjadi kompas moral yang membentuk karakter kepemimpinannya. Bagi Ahmad, setiap langkah merupakan proses yang harus dijalani dengan tanggung jawab.
Perjalanan intelektual Ahmad dimulai saat menempuh pendidikan Sarjana Hukum di Universitas Bosowa. Di kampus tersebut ia mengasah kemampuan analisis serta memperdalam pemahaman tentang hukum.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister pada program Kenotariatan di Universitas Hasanuddin. Latar belakang akademik tersebut mengantarkannya berkarier sebagai seorang notaris.
Di tengah kesibukan profesinya, Ahmad tetap aktif di dunia organisasi. Pengalaman organisasinya dimulai dari keterlibatan di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat masih menjadi mahasiswa.
Di organisasi tersebut, ia pernah dipercaya memimpin HMI Komisariat Hukum Universitas Bosowa. Dari pengalaman tersebut, Ahmad belajar tentang kepemimpinan, advokasi, serta pengelolaan organisasi.
Perannya kemudian berlanjut di tingkat yang lebih luas ketika ia menjabat Wakil Sekretaris Umum Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Makassar pada periode 2017–2021.
Pengalaman itu memperluas jejaringnya di kalangan mahasiswa dan aktivis kepemudaan, sekaligus memperkaya perspektifnya mengenai peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Setelah aktif di organisasi mahasiswa, Ahmad melanjutkan kiprahnya di organisasi kepemudaan melalui Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Di organisasi tersebut ia dipercaya menjabat Ketua Harian AMPI Sulawesi Selatan.
Pengalaman memimpin organisasi besar tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris Umum DPD KNPI Sulawesi Selatan periode 2026–2029.
Di KNPI, Ahmad berperan dalam mengoordinasikan berbagai organisasi kepemudaan (OKP) yang memiliki latar belakang beragam. Ia dikenal memiliki kemampuan merangkul perbedaan dan menjaga stabilitas organisasi.
Baginya, KNPI bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan ruang pembinaan untuk melahirkan pemimpin muda yang mampu memadukan nilai-nilai lokal seperti siri’ na pacce dengan tantangan global.
Ahmad memegang prinsip bahwa keberhasilan bukan sekadar capaian pribadi, melainkan proses panjang yang dibangun dengan integritas dan pengabdian.
Filosofi yang ia pegang sederhana namun kuat, yakni “tuntas dalam proses, ikhlas dalam pengabdian”.
Dengan latar belakang pendidikan hukum, pengalaman organisasi yang panjang, serta jaringan kepemudaan yang luas, Ahmad Perdana Putra kini menjadi salah satu figur muda Sulawesi Selatan yang terus berproses dan berkontribusi di dunia kepemudaan.(**)







