RUANG.NEWS JAKARTA — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Taruna Ikrar, melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi obat dan makanan di Indonesia tetap aman, bermutu, serta terjangkau bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Laporan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terkait keamanan pangan maupun ketersediaan obat.
Taruna Ikrar menjelaskan, BPOM bersama kementerian dan lembaga terkait terus memperkuat pengawasan terhadap produksi hingga peredaran obat dan makanan di seluruh Indonesia.
Pengawasan dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari evaluasi registrasi produk, inspeksi sarana produksi, hingga pengawasan distribusi di pasaran.
“Alhamdulillah, menjelang Idulfitri kondisi harga obat relatif stabil bahkan menunjukkan kecenderungan menurun. Pemerintah memastikan masyarakat dapat memperoleh obat yang aman, bermutu, dan dengan harga yang terjangkau,” ujar Taruna, Jumat (13/3/2026).
Selain memastikan stabilitas harga obat, BPOM juga meningkatkan pengawasan terhadap pangan selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Langkah ini dilakukan karena pada periode tersebut terjadi peningkatan permintaan berbagai produk makanan dan minuman.
Melalui jaringan pengawasan yang tersebar di seluruh Indonesia, BPOM bersama pemerintah daerah melakukan inspeksi ke berbagai sarana produksi, distribusi, hingga ritel pangan.
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan produk yang beredar memenuhi standar keamanan, mutu, dan gizi yang telah ditetapkan.
Taruna menegaskan pengawasan ini tidak hanya bertujuan melindungi masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha agar industri pangan dan farmasi nasional dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, kehadiran negara dalam menjamin keamanan obat dan makanan merupakan bagian penting dari pembangunan kesehatan nasional.
“Negara hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan rasa aman. BPOM akan terus menjaga agar obat dan makanan yang beredar memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu,” katanya.
Taruna juga menambahkan bahwa penguatan sistem pengawasan obat dan makanan merupakan bagian dari kontribusi BPOM dalam mendukung pembangunan nasional menuju masa depan Indonesia yang lebih maju.
Ia menyatakan optimisme bahwa visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud melalui implementasi konsep Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
“BPOM berkomitmen menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, industri yang kuat, serta sistem pengawasan obat dan makanan yang berkelas dunia,” ujar Taruna.
Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, BPOM berharap momentum Ramadan dan Idulfitri tidak hanya menjadi perayaan kebersamaan, tetapi juga pengingat pentingnya menjaga kualitas serta keamanan produk yang dikonsumsi sehari-hari demi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.(**)






