RUANG.NEWS MAKASSAR – Puluhan penumpang penerbangan Sriwijaya Air SJ 698 rute Makassar–Ternate meluapkan protes setelah bagasi mereka tertinggal di Makassar.
Insiden ini memaksa sebagian penumpang menginap di Bandara Sultan Babullah, Ternate, sambil menunggu kepastian pengiriman barang.
Kejadian bermula dari keterlambatan jadwal keberangkatan. Pesawat yang semula dijadwalkan terbang pukul 03.30 WITA mengalami penundaan hingga sekitar pukul 05.00 WITA akibat kendala operasional di Makassar. Pesawat akhirnya tiba di Ternate sekitar pukul 08.00 WIT.
Namun, setibanya di Bandara Sultan Babullah, penumpang mendapati masalah baru. Hanya sebagian bagasi yang keluar di conveyor belt, sementara sisanya tidak ditemukan.
Penumpang pun harus menunggu hingga delapan jam, tetapi bagasi yang dinantikan tak kunjung tiba.
Salah satu penumpang, Adi, mengaku frustrasi dengan situasi tersebut. Ia mengatakan dirinya bersama penumpang lain terpaksa bertahan di bandara hingga menginap.
“Kami sudah menunggu delapan jam di bandara. Bahkan harus menginap sampai bagasi kami tiba. Pihak maskapai hanya menyampaikan barang akan dikirim besok pagi. Ada puluhan penumpang yang terdampak,” ujarnya.
Adi menilai penjelasan dari maskapai belum memberikan kepastian. Terlebih, banyak penumpang membawa barang penting yang dibutuhkan segera setibanya di Ternate.
“Kami butuh kepastian kapan bagasi sampai, bukan sekadar penjelasan bahwa ini terjadi di Makassar,” katanya.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan penumpang. Mereka menilai koordinasi internal maskapai kurang optimal sehingga penanganan masalah terkesan tidak terstruktur.
Sebagian besar penumpang yang terdampak diketahui merupakan warga Halmahera. Mereka harus segera melanjutkan perjalanan dengan menyeberang laut, sehingga keterlambatan bagasi semakin menyulitkan.
Pihak Sriwijaya Air mengakui adanya bagasi yang tidak terangkut dalam penerbangan tersebut. Perwakilan maskapai, Nanda Paramitha, menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Setelah kami konfirmasi, memang ada bagasi yang tertinggal dan akan dikirim melalui penerbangan Makassar–Ternate pada Senin (6/4/2026),” jelasnya.
Namun, hingga saat ini maskapai belum memberikan kepastian terkait kompensasi bagi penumpang yang terdampak. Penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan pihak Sriwijaya Air di Ternate terkait pengambilan atau pengantaran bagasi.
“Kami sarankan untuk menghubungi tim Sriwijaya Air di Ternate terkait apakah bagasi akan dikirimkan atau diambil langsung di bandara,” tambahnya.
Meski ada kepastian pengiriman pada hari berikutnya, ketidakjelasan kompensasi serta minimnya informasi membuat penumpang tetap merasa kecewa.(**)






