RUANG.NEWS MAKASSAR – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, mempertanyakan progres pengerjaan Paket 2 proyek multiyears yang dikerjakan PT Jaya Konstruksi.
Pertanyaan tersebut disampaikan dalam rapat konsultasi bersama pihak PT Jaya Konstruksi, Dinas Bina Marga Sulsel, serta Manajemen Konstruksi (MK) di Kantor Dinas Bina Marga dan Konstruksi, Makassar, Senin (13/4/2026).
Dalam rapat tersebut, Sultan menyoroti ketidaksesuaian antara progres pekerjaan di lapangan dengan jadwal perencanaan yang telah disusun sebelumnya.
Berdasarkan paparan MK, dari total 10 ruas jalan yang direncanakan dalam Paket 2, hingga April 2026 baru dua ruas yang mulai dikerjakan, yakni Ruas 1 dan Ruas 3.
“Kalau kita mengacu pada tabel perencanaan, seharusnya di bulan April ini tidak hanya dua ruas yang berjalan. Ruas 8 dan Ruas 10 juga mestinya sudah masuk tahap pekerjaan fisik,” ujar Sultan.
Ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut perlu mendapat penjelasan rinci, mengingat jadwal pekerjaan telah disepakati bersama dan menjadi acuan pengawasan DPRD.
Sultan juga secara khusus menyinggung Ruas 10 Palakka–Toata yang menurut jadwal seharusnya sudah mulai dikerjakan pada April.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Jaya Konstruksi menjelaskan bahwa pada rencana awal, terdapat empat ruas yang ditargetkan mulai dikerjakan pada April, yakni Ruas 1, Ruas 3, Ruas 8, dan Ruas 10.
Namun demikian, pelaksanaan di lapangan mengalami kendala, terutama pada proses finalisasi dan faktor cuaca.
“Untuk Ruas 10 saat ini masih dalam tahap finalisasi. Kami optimistis pekerjaan bisa dimulai dalam waktu dekat, mudah-mudahan minggu ini sudah berjalan,” ujar perwakilan perusahaan.
Sementara itu, untuk Ruas 8, pihaknya mengaku telah melakukan pemantauan dan identifikasi lapangan. Namun, kondisi cuaca dalam beberapa pekan terakhir dinilai belum mendukung percepatan pekerjaan.
“Kami tetap berupaya agar Ruas 8 bisa mulai dikerjakan pada bulan April ini. Untuk Ruas 10, kami targetkan mulai minggu depan,” tambahnya.
Menutup pembahasan, Sultan berharap seluruh ruas yang telah dijadwalkan dapat segera memasuki tahap pekerjaan fisik sesuai rencana.
“Kalau mengacu pada tabel, seharusnya bulan April ini sudah bisa mulai. Kami harap tidak ada lagi keterlambatan,” tegasnya.(**)







