RUANG.NEWS MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan literasi etika penyelenggara pemilu pada Selasa (14/4).
Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid, menggabungkan pertemuan tatap muka dan daring yang diikuti oleh seluruh jajaran Bawaslu se-Sulawesi Selatan.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, menegaskan bahwa penguatan kapasitas bukan sekadar agenda rutin, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga marwah lembaga. Menurutnya, etika menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.
“Integritas penyelenggara adalah kunci kepercayaan publik. Tanpa literasi etika yang kuat, pengawasan yang dilakukan akan kehilangan nilainya di mata masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Republik Indonesia, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi. Ia mengangkat tema penguatan kapasitas SDM dan literasi etika penyelenggara pemilu.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa standar etika harus melekat pada setiap pengawas sebagai pedoman perilaku di seluruh tahapan pemilu.
Ia juga menegaskan bahwa penguatan kapasitas tidak hanya berfokus pada pemahaman regulasi, tetapi juga pada internalisasi nilai moral.
“Penguatan kapasitas SDM dan literasi etika bukan sekadar memahami aturan, melainkan bagaimana nilai-nilai moral itu diinternalisasi sehingga setiap tindakan selaras dengan kode etik,” jelasnya.
Ia menambahkan, profesionalitas penyelenggara pemilu diuji dari konsistensi antara penerapan hukum dan perilaku etis di lapangan.
Kegiatan ini turut dihadiri Anggota Bawaslu Sulsel, Andarias Duma dan Saiful Jihad, serta Kepala Sekretariat Awaluddin Mustafa. Kehadiran pimpinan tersebut mencerminkan komitmen kolektif dalam memastikan standar kompetensi pengawas yang merata di seluruh wilayah.
Selain itu, perwakilan Bawaslu dari Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar hadir secara langsung bersama jajaran sekretariat masing-masing. Sementara itu, Bawaslu kabupaten/kota lainnya mengikuti kegiatan secara daring dengan antusias.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Sulsel berharap dapat melahirkan pengawas pemilu yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas dan kedalaman etika dalam mengawal proses demokrasi.
Pendekatan hibrid yang digunakan juga diharapkan mampu memastikan penguatan nilai integritas tersampaikan secara merata hingga ke seluruh pelosok Sulawesi Selatan.(**)







