RUANG.NEWS SIDRAP – Peringatan satu dekade Komunitas Tani Sulawesi Selatan (KTSS) berlangsung meriah di Villa H. Zulkifli Zain, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Minggu (26/4/2026).
Kegiatan bertema “Petani Berkarya, Petani Sejahtera, Sulsel Berjaya” ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan.
Sejumlah pejabat dan tokoh hadir dalam acara tersebut, antara lain Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Anggota DPRD Sulawesi Selatan Zulkifli Zain, Sekretaris Dinas Pertanian Suriyanto, Camat Baranti Mastura, Camat Kulo Arisal Asad, Kapolsek Baranti Zakaria, serta Ketua KTSS Sulsel Mustaman.
Dalam sambutannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan bahwa sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perunggasan terus menunjukkan tren positif.
Ia menyebut kemajuan tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi Sidrap hingga mencapai 7,71 persen, tertinggi di Sulawesi Selatan.
“Produksi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perunggasan di Sidrap terus meningkat. Dampaknya langsung terlihat pada pertumbuhan ekonomi daerah yang kini mencapai 7,71 persen,” ujarnya.
Syaharuddin menilai keberhasilan ini lahir dari kekompakan kelompok tani yang aktif mendorong produktivitas di lapangan. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi fondasi utama pembangunan sektor pertanian.
“Kelompok tani di Sidrap bekerja dengan semangat kebersamaan. Mereka saling mendukung dan terus berinovasi untuk meningkatkan hasil produksi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga hasil pertanian. Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya menyeimbangkan produksi dan harga pasar agar petani memperoleh keuntungan yang layak.
“Kami tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan harga tetap stabil agar petani merasakan kesejahteraan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syaharuddin menyebut sektor pertanian dan peternakan sebagai kekuatan utama Sidrap. Dengan dukungan lahan yang luas, sumber daya manusia, serta kebijakan pemerintah daerah, Sidrap menargetkan diri sebagai penyangga pangan sekaligus pusat pengembangan peternakan di Sulawesi Selatan.
Ia juga menyoroti capaian Indeks Pertanaman (IP) 300 sebagai bukti keberhasilan petani dalam mengelola lahan secara optimal. Capaian tersebut menunjukkan petani mampu melakukan tiga kali masa tanam dalam setahun.
“IP 300 menjadi bukti kerja keras dan inovasi petani. Kami berharap capaian ini mendorong kolaborasi yang lebih kuat agar petani semakin mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Sebagai penutup kegiatan, pemerintah daerah menyerahkan penghargaan kepada petani berprestasi yang berhasil mencapai IP 300 di Kabupaten Sidrap.(**)







