RUANG.NEWS, Pangkep — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar menggelar Pelatihan Potensi SAR di Permukaan Air (Surface Water Rescue) Tahun 2026 di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung akan selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 April 2026.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan SDM Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Anggit Mulyo Satoto, yang menekankan pentingnya standar kompetensi bagi setiap personel SAR.
“Hari ini kita memulai pelatihan yang diikuti 50 personel dari berbagai kabupaten. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan sinergitas serta kemampuan teknis potensi SAR agar selalu siap menghadapi kecelakaan maupun kondisi membahayakan manusia di wilayah perairan,” ujarnya.
Sebanyak 50 peserta terlibat dalam pelatihan ini, berasal dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, di antaranya Kabupaten Pangkep, Maros, Barru, dan Sidrap.
Mereka mendapatkan pembekalan keterampilan teknis penyelamatan di air serta prosedur evakuasi sesuai standar keselamatan nasional.
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar, Arif Anwar, menegaskan pentingnya koordinasi lintas wilayah dalam operasi SAR, khususnya di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.
“Wilayah perairan Sulawesi Selatan memiliki karakteristik yang menantang. Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya mengasah kemampuan fisik, tetapi juga membangun pola pikir dan pola tindak yang seragam.
Koordinasi antarunsur harus semakin solid agar response time dalam operasi SAR bisa lebih cepat dan efektif,” tegasnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori hingga praktik lapangan dengan pendampingan instruktur berpengalaman.
Simulasi penyelamatan di air menjadi fokus utama guna memastikan kesiapan personel dalam menghadapi situasi darurat.
Selain itu, berbagai peralatan keselamatan air juga disiapkan sesuai standar operasional untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Basarnas Makassar berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan potensi SAR di daerah, sekaligus memperkuat sinergi antarinstansi dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. (**)





