Menu ✖

Ekonomi

Pemerintah Andalkan Gaji ke-13 dan Insentif Kendaraan Listrik untuk Pacu Ekonomi Kuartal II-2026

badge-check

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap pemerintah akan meningkatkan belanja pemerintah sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres). Perbesar

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkap pemerintah akan meningkatkan belanja pemerintah sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026. (Foto: Tangkapan Layar Youtube Setpres).

RUANG.News, JAKARTA – Pemerintah akan meningkatkan belanja pemerintah sebagai strategi menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026.

Pada kuartal I 2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pendorong utama masih dari konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 54,36 persen, lalu pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 28,29 persen, dan konsumsi pemerintah 21,81 persen.

“Untuk pertumbuhan di Q2 (kuartal II 2026) memang salah satu yang kita akan genjot adalah belanja pemerintah,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Adapun belanja pemerintah yang dimaksud adalah pencairan gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), dan pengucuran insentif kendaraan listrik.

Mulai Juni 2026, pemerintah berencana memberikan subsidi untuk 200 ribu kendaraan listrik. Untuk awalan, subsidi ini diberi untuk pembelian mobil listrik sebanyak 100 ribu unit dan motor listrik sejumlah 100 ribu unit.

Melalui pencairan gaji ke-13 ASN dan insentif untuk kendaraan listrik, Airlangga percaya pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat.

“Gaji ASN ke-13 itu diharapkan bisa diberikan di bulan Juni jadi salah satu penopang. Kemudian beberapa insentif sedang dipikirkan oleh pemerintah, salah satunya untuk sektor otomotif,” ujar Airlangga.

Meski belum bisa memproyeksikan berapa pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026, namun Airlangga menegaskan pertumbuhan pada kuartal I 2026 telah melampaui ekspektasi sejumlah lembaga.

“Belum bikin proyeksi. Jadi kita kuartal pertama dulu saja yang Indonesia berhasil katakanlah meng-outbeat ekspektasi dari berbagai lembaga. Jadi ini satu hal yang positif,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh di atas beberapa negara G20.

Di antara negara-negara G20, India memang belum mengeluarkan angka pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026. Namun, kata Airlangga, pertumbuhan Indonesia masih lebih tinggi dibanding China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I 2026 tercatat sebesar 5 persen secara tahunan, Singapura 4,6 persen, Arab Saudi 2,8 persen, dan Amerika Serikat 2,7 persen.

“Pertumbuhan kita yang 5,61 persen ini tumbuh di atas beberapa negara G20,” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kawal Program Prioritas Prabowo, Kepala BPOM Taruna Ikrar Pastikan Keamanan MBG di Mataram

9 Okt 2026 - 09:32 WITA

Kawal Program Prioritas Prabowo, Kepala BPOM Taruna Ikrar Pastikan Keamanan MBG di Mataram

Penertiban Kawasan Hutan Berat, Prabowo Ingatkan Jajarannya Tak Mundur Berantas Perampokan Kekayaan Negara

7 Okt 2026 - 21:31 WITA

Penertiban Kawasan Hutan Berat, Prabowo Ingatkan Jajarannya Tak Mundur Berantas Perampokan Kekayaan Negara

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Puji Semangat Pantang Menyerah Timnas

6 Okt 2026 - 21:15 WITA

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Prabowo Puji Semangat Pantang Menyerah Timnas

Prabowo Tegaskan TNI Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

6 Okt 2026 - 00:30 WITA

Prabowo Tegaskan TNI Harus Selalu Dekat dengan Rakyat

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T

5 Okt 2026 - 21:26 WITA

EWAKO KAPOPOSANG, Cara BI Sulsel Dekatkan Layanan Rupiah ke Pulau 3T
Trending di Ekonomi