RUANG.NEWS MAKASSAR – PSM Makassar menghadapi laga krusial saat bertandang ke markas Arema FC pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5/2026).
Caretaker PSM Makassar, Ahmad Amiruddin, mengakui persiapan timnya kurang ideal akibat badai cedera yang masih menghantui sejumlah pemain inti jelang pertandingan penting tersebut.
“Persiapan kami kurang ideal karena banyak pemain yang belum bisa tampil akibat masih dalam proses pemulihan cedera,” ujar Ahmad Amiruddin dalam sesi konferensi pers prapertandingan, Jumat (8/5/2026).
Meski begitu, ia memastikan kondisi tersebut tidak menurunkan motivasi tim. Ahmad menegaskan laga melawan Arema FC sangat menentukan posisi PSM di klasemen sementara Super League.
“Hasil pertandingan besok sangat berpengaruh untuk posisi kami di klasemen. Saya sudah sampaikan kepada pemain bahwa ini kesempatan untuk membuktikan diri layak berada di starting eleven,” katanya.
PSM Makassar saat ini masih berupaya menjauh dari ancaman degradasi. Karena itu, Ahmad meminta seluruh pemain menganggap tiga laga tersisa sebagai partai final.
“Tidak ada yang bisa menolong selain diri kita sendiri. Tiga pertandingan tersisa harus kami anggap final karena hanya kemenangan yang bisa memastikan PSM tetap bertahan di Super League musim depan,” tegasnya.
Gelandang PSM Makassar, Akbar Tanjung, juga menyoroti pentingnya fokus dan kerja keras menghadapi Arema FC. Ia mengakui tim sering kehilangan konsentrasi dalam beberapa pertandingan terakhir.
“Kami harus lebih fokus dan bekerja lebih keras. Arema punya banyak pemain bagus, jadi kami harus berjuang lebih keras daripada mereka,” ujar Akbar.
Akbar membantah adanya persoalan internal di ruang ganti tim. Menurutnya, inkonsistensi performa PSM musim ini lebih dipengaruhi kondisi pemain yang silih berganti mengalami cedera.
“Tidak ada masalah di locker room. Kendalanya karena banyak pemain cedera sehingga komposisi tim sulit stabil,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Amiruddin juga menanggapi situasi yang membuat dirinya beberapa kali dipercaya memimpin tim menggantikan pelatih utama. Ia menganggap tekanan sebagai hal biasa dalam sepak bola.
“Tekanan itu normal di sepak bola. Saya justru menganggap ini sebagai pengalaman dan rezeki untuk belajar memimpin tim,” katanya.
Ahmad Amiruddin yang pernah menjadi bagian dari Arema FC selama tiga tahun juga mengaku memahami tekanan besar yang dihadapi tim berjuluk Singo Edan tersebut, terutama setelah menelan dua kekalahan beruntun.
“Saya selalu hormat kepada Arema. Saya tahu bagaimana besar ekspektasi Aremania terhadap tim ini. Tapi semoga besok rezekinya untuk kami,” ujarnya.
PSM Makassar juga menaruh perhatian khusus terhadap kekuatan lini depan Arema FC yang dinilai sangat berbahaya saat bermain di kandang.
“Dari analisa kami, semua pemain Arema berbahaya, terutama tiga pemain depan mereka yang selalu memberi kontribusi besar saat bermain di kandang,” pungkas Ahmad.
Laga Arema FC kontra PSM Makassar dijadwalkan berlangsung di Stadion Kanjuruhan dengan kick-off pukul 15.30 WIB.(**)






