RUANG.NEWS, Polewali Mandar — Peternak sapi di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, kembali mencatat prestasi membanggakan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sebanyak empat ekor sapi berukuran super jumbo asal daerah tersebut dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban tahun ini.
Tradisi sapi kurban Presiden dari Polewali Mandar bahkan terus berlanjut selama satu dekade terakhir, sejak masa pemerintahan Presiden Joko Widodo hingga kini di era Prabowo.
Bupati Polewali Mandar, Samsul Mahmud, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan para peternak lokal. Menurutnya, kepercayaan pemerintah pusat terhadap peternak Polman menunjukkan kualitas ternak daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
“Selama 10 tahun berturut-turut sapi dari Polewali Mandar dipercaya menjadi hewan kurban Presiden. Ini tentu membanggakan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi peternak,” kata Samsul Mahmud, kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat pembinaan peternak melalui pendampingan dinas terkait dan penyuluh lapangan agar produktivitas serta kualitas ternak semakin meningkat.
Empat sapi pilihan Presiden seluruhnya berasal dari Kecamatan Wonomulyo dengan jenis unggulan limosin, simental, dan berangus. Masing-masing sapi dibanderol lebih dari Rp100 juta.
Sapi dengan bobot terbesar bernama Bagong, jenis limosin berusia 3,5 tahun milik Muh. Nur, peternak asal Desa Sumberjo. Bobotnya mencapai 1.150 kilogram dan direncanakan disembelih di Kabupaten Mamuju saat Idul Adha.
Kemudian sapi bernama Bima jenis simental milik H. Iskandar Ngani dari Desa Sugihwaras dengan bobot 1.053 kilogram. Hewan kurban tersebut akan disalurkan ke Masjid Jami Tanro di Kabupaten Polewali Mandar.
Sapi lainnya yakni Blecki, jenis berangus berbobot 1.011 kilogram milik Muhammad Yusuf asal Desa Bumimulyo. Sapi tersebut dijadwalkan dikirim ke Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene.
Sementara sapi keempat bernama Arjuna, jenis simental milik Andrian Henri Prayoga dari Desa Sugihwaras dengan bobot 960,3 kilogram. Sapi itu rencananya akan disalurkan ke Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.
Kepala Dinas Perkebunan, Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Polewali Mandar, Mohammad Jumadil, menyebutkan, empat sapi tersebut dipilih melalui seleksi ketat dari sekitar 20 ekor sapi yang diikutkan dalam proses penilaian.
“Seekor sapi dengan bobot tertinggi disiapkan untuk kurban tingkat provinsi, sedangkan tiga lainnya akan disalurkan ke daerah yang belum memiliki sapi dengan standar minimal 800 kilogram,” jelas Jumadil.
Menurutnya, keberhasilan Polewali Mandar mempertahankan reputasi sebagai pemasok sapi kurban Presiden tidak terlepas dari pembinaan peternak dan peran inseminator yang terus mendampingi peternakan rakyat di lapangan. (**)










