Menu ✖

DPRD Sulsel

Andi Iwan Aras Respons Laporan Abrasi Sungai Walanae, Sultan Tajang-BBWS Langsung Bergerak

badge-check

Abrasi Sungai Walanae Masuk Status Darurat, Sultan Tajang Minta Penanganan Cepat (IST) Perbesar

Abrasi Sungai Walanae Masuk Status Darurat, Sultan Tajang Minta Penanganan Cepat (IST)

RUANG.NEWS WAJO – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, meninjau langsung lokasi abrasi Sungai Walanae di Lingkungan Eree, Kelurahan Solo, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo, Minggu (24/5/2026).

Abrasi yang terus meluas di wilayah perbatasan Kabupaten Wajo dan Bone itu kini berstatus siaga darurat karena mengancam akses jalan serta keselamatan warga di sekitar bantaran sungai.

Sultan Tajang turun ke lokasi setelah menerima laporan warga berupa video yang memperlihatkan kondisi jalan yang terkikis akibat derasnya arus Sungai Walanae.

Menindaklanjuti laporan tersebut, ia langsung berkoordinasi dengan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, untuk mendorong penanganan cepat dari pemerintah pusat.

“Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama. Kondisi abrasi ini sudah sangat memprihatinkan dan membutuhkan langkah cepat sebelum menimbulkan korban jiwa,” ujar Sultan Tajang di sela peninjauan.

Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, meninjau langsung lokasi abrasi Sungai Walanae di Lingkungan Eree, Kelurahan Solo, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, meninjau langsung lokasi abrasi Sungai Walanae di Lingkungan Eree, Kelurahan Solo, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo (IST)

Merespons laporan itu, Andi Iwan Aras meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang melalui satuan kerja PJSA-PJPA segera melakukan peninjauan lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Sultan Tajang didampingi komunitas Roemah Djoeang, pihak BBWS Pompengan-Jeneberang, serta pemerintah setempat.

Mereka meninjau titik abrasi di jalur vital penghubung Kabupaten Wajo dan Bone yang mengalami kerusakan cukup parah.

Berdasarkan hasil pengukuran Pemerintah Kecamatan Bola, abrasi telah mengikis sekitar 200 meter bahu jalan. Dua titik kerusakan terparah masing-masing mencapai sekitar 50 meter dan 157 meter.

Kondisi di lokasi kini memasuki tahap darurat. Bahu jalan yang ambruk membuat kendaraan roda empat tidak lagi dapat melintas secara normal.

Selain itu, abrasi terjadi tepat di depan kawasan permukiman padat penduduk sehingga mengancam rumah-rumah warga di sekitar sungai.

Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, meninjau langsung lokasi abrasi Sungai Walanae di Lingkungan Eree, Kelurahan Solo, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo
Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, meninjau langsung lokasi abrasi Sungai Walanae di Lingkungan Eree, Kelurahan Solo, Kecamatan Bola, Kabupaten Wajo (IST)

Sultan Tajang menegaskan pemerintah pusat melalui BBWS Pompengan-Jeneberang harus segera melakukan penanganan permanen maupun langkah darurat agar kerusakan tidak semakin meluas.

“Jika tidak segera ditangani, abrasi ini bukan hanya mengancam akses jalan, tetapi juga keselamatan warga dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan Wajo-Bone,” tegasnya.

Selain meninjau abrasi di Kelurahan Solo, Sultan Tajang juga mendatangi lokasi abrasi di Dusun Tobaku, Desa Benteng Lompoe, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo.

Kondisi di wilayah tersebut juga dinilai telah memasuki tahap darurat dan membutuhkan penanganan cepat dari pihak terkait.

Warga berharap pemerintah segera merealisasikan penanganan permanen agar abrasi Sungai Walanae tidak semakin meluas dan menimbulkan dampak lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Ia menegaskan, penanganan abrasi sungai walanae perlu ditindaklanjuti segera, karena akan berdampak pada sekitar 300 hektar Lahan perawahan, dan ada sekitar 30 hektar perkebunan, termasuk rumah ratusan rumah warga.

Sekedar diketahui, di peninjauan Kelurahan Solo hadir Pemerintah setempat Camat Bola Andi Abdul Dzuljalali Wal Ikram dan sejumlah tokoh masyarakat.

Kemudian di Abrasi di Desa Benteng Lompoe hadir Anggota DPRD Kabupaten Wajo Fery Saputra Santu dan Kepala Desa Benteng Lompoe, Herman.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

11 Okt 2026 - 18:54 WITA

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

8 Okt 2026 - 16:33 WITA

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

6 Okt 2026 - 14:20 WITA

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

4 Okt 2026 - 23:37 WITA

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar

2 Okt 2026 - 23:08 WITA

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar
Trending di DPRD Sulsel