RUANG.NEWS, Makassar – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Kodam XIV/Hasanuddin mengerahkan sekitar 1.120 personel dalam kegiatan Karya Bhakti ke-69 yang dipusatkan di sejumlah titik strategis di Kota Makassar, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan bersih-bersih tersebut dipusatkan di kawasan Masjid Raya Al-Markaz Al-Islami dan dipimpin langsung Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Turut hadir Wali Kota Makassar, unsur Forkopimda, instansi pemerintah, petugas kebersihan, hingga personel kepolisian dan masyarakat.
Selain kawasan Masjid Al-Markaz, aksi karya bhakti juga menyasar Pasar Terong beserta aliran sungai di sekitarnya, kawasan dermaga, Anjungan Pantai Losari, hingga Masjid 99 Kubah.
“Hari ini, dari militer sendiri sekitar 1.120-an personel. Kemudian ada petugas kebersihan, masyarakat, dan kedinasan yang juga ikut. Di samping itu, terlibat juga personel dari kepolisian,” ujar Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-69 Kodam XIV/Hasanuddin sekaligus mendukung program Indonesia Asri. Menurutnya, kegiatan serupa sebenarnya rutin dilakukan di tiap Kodim, namun momentum kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan hari jadi Kodam.
“Kegiatan hari ini adalah kita melaksanakan bersih-bersih mulai dari Masjid Al-Markaz, pasar, sungai, kemudian sekarang di seputaran dermaga atau pantai di sekitaran Masjid Al-Markaz ini,” katanya.
Pangdam menegaskan sasaran utama karya bhakti kali ini ialah fasilitas umum dan tempat ibadah yang akan digunakan masyarakat saat pelaksanaan salat Iduladha.
“Kegiatan ini diadakan di tempat yang rencananya akan digunakan untuk salat Id, supaya nyaman, indah, dan bersih,” tambahnya.
Di sela kegiatan, Bangun Nawoko juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kota Makassar. Ia mengapresiasi langkah pemerintah daerah dalam penanganan kebersihan, namun menilai hal tersebut belum cukup tanpa kesadaran masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi program ataupun upaya-upaya dari Bapak Gubernur maupun Bapak Wali Kota. Namun demikian, rupanya itu belum cukup. Karena kesadaran masyarakat rupanya masih sangat kurang, jadi masih membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi cukup memprihatinkan terlihat di sekitar Masjid Al-Markaz, di mana sampah dari Pasar Terong kerap terbawa arus masuk ke sungai hingga mengganggu kebersihan dan pemandangan kawasan.
“Tadi sekitar Masjid Al-Markaz yang begitu indah saja, wah luar biasa. Jadi sampah dari Pasar Terong yang dekat di situ masuk ke sungai dan sebagainya. Sehingga bau dan sangat mengganggu pemandangan kita,” katanya.
Bangun Nawoko mengatakan budaya menjaga kebersihan telah menjadi bagian dari disiplin di lingkungan TNI. Ia menyebut seluruh satuan diwajibkan membersihkan lingkungan asrama setiap hari sebelum apel dimulai.
“Setiap hari, setengah jam sebelum kita melakukan apel, harus melakukan pembersihan. Bahkan perintah dari Bapak Kasad, tidak boleh ada sampah keluar dari asrama,” ujarnya.
Kodam XIV/Hasanuddin juga menyatakan komitmennya mendukung penataan kawasan wisata Makassar, termasuk kawasan dermaga pinisi di sekitar Masjid Al-Markaz agar menjadi lebih bersih dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pangdam pun mengimbau masyarakat agar mulai membiasakan membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah organik dan non-organik sebagai bagian dari mendukung program pengelolaan sampah nasional.
“Kita akan ada program nasional di sini, yaitu sampah dijadikan energi. Akibatnya, kita mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung ini, karena sangat penting sekali untuk keberlanjutan kita ke depan,” pungkasnya. (**)





