RUANG.NEWS MAKASSAR – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, membeberkan sejumlah capaian pembangunan daerah saat menyampaikan sambutan pada pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di Kabupaten Sidrap, 2026.
Di hadapan ribuan jemaah, Syaharuddin menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen sepanjang 2025.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan sekaligus capaian terbaik Sidrap dalam delapan tahun terakhir.
Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Sidrap mencapai 7,71 persen dan menjadi yang tertinggi di Sulawesi Selatan,” ujar Syaharuddin dalam sambutannya.
Selain sektor ekonomi, Syaharuddin juga memaparkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidrap yang mencapai 75,49 poin pada akhir 2025.
Capaian itu naik 0,68 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 74,81 poin.
Menurutnya, angka tersebut menjadi capaian IPM terbaik Kabupaten Sidrap dalam tujuh tahun terakhir.
Di sektor sosial, Pemerintah Kabupaten Sidrap berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 4,91 persen atau sekitar 15.200 jiwa.
Persentase tersebut turun dibanding 2024 yang mencapai 5,02 persen dan menjadi yang terendah di Sulawesi Selatan.
Pemerintah daerah juga memperluas cakupan layanan kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Hingga Desember 2025, kepesertaan BPJS Kesehatan di Sidrap mencapai 99 persen atau mencakup sekitar 331.227 jiwa.
Pada sektor pendidikan, Pemkab Sidrap menjalankan Program Pendidikan Unggul dengan fokus mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan.
Sebanyak 1.681 anak putus sekolah telah kembali mengikuti pendidikan formal. Program tersebut didukung revitalisasi 143 sekolah dan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 26.928 siswa.
Sebagai daerah agraris, Sidrap juga mencatat peningkatan signifikan di sektor pertanian dan peternakan sepanjang 2025.
Produksi jagung mencapai 109.908 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp604 miliar atau naik 3,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, produksi gabah kering panen (GKP) menembus 679.772 ton dengan nilai transaksi mencapai Rp4,6 triliun. Angka tersebut meningkat 129.464 ton dibanding 2024.
Produksi beras juga naik 27,21 persen menjadi 326.933 ton dengan estimasi nilai Rp4,08 triliun.
Di sektor peternakan, produksi telur mencapai 53,4 juta kilogram dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,4 triliun.
Kenaikan produksi didorong pertumbuhan populasi ayam petelur yang mencapai 5,17 juta ekor.
Untuk mendukung sektor pertanian, Pemkab Sidrap mengalokasikan program “Jalan Mulus” dalam APBD 2026.
Pemerintah juga memprioritaskan perbaikan jaringan irigasi guna mendukung program percepatan indeks pertanaman IP300 atau panen padi tiga kali setahun.
Menutup sambutannya, Syaharuddin mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, serta mendukung pembangunan daerah.
Ia menegaskan empat visi besar Kabupaten Sidrap, yakni sebagai lumbung beras, lumbung telur, lumbung energi terbarukan, dan lumbung penghafal Al-Qur’an Indonesia.
“Melalui semangat ‘Tanam, Panen, Hilirisasi’, kami optimistis Sidrap dapat menjadi pusat pertanian dan peternakan modern terbaik di Indonesia,” katanya.(**)







