RUANG.NEWS MAKASSAR – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat distribusi beras ke berbagai wilayah di Indonesia Timur.
Sepanjang 2026, Bulog Sulselbar telah mengirim sekitar 58 ribu ton beras ke sejumlah provinsi, termasuk Maluku dan Maluku Utara.
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Sulselbar, Fahrurozi, mengatakan distribusi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan stok pangan di daerah yang masih bergantung pada pasokan beras dari luar wilayah.
“Sepanjang tahun 2026 ini kami sudah mengirimkan sekitar 58 ribu ton beras ke berbagai provinsi tujuan, termasuk Maluku dan Maluku Utara,” kata Fahrurozi, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, Maluku menjadi salah satu daerah tujuan utama distribusi beras dari Sulselbar. Berdasarkan data sementara Bulog, alokasi pengiriman ke wilayah tersebut mencapai sekitar 37 ribu ton.
Fahrurozi menjelaskan, Bulog menyalurkan beras berdasarkan kebutuhan daerah penerima yang ditetapkan pemerintah pusat. Setelah menerima penugasan, Bulog menyesuaikan pasokan dengan ketersediaan stok dan sarana transportasi.
“Daerah tujuan mengajukan kebutuhan, kemudian pemerintah pusat menentukan sumber pasokannya. Bisa dari Sulawesi Selatan atau daerah lain, tergantung ketersediaan stok dan kapal,” ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan beras di Maluku dan Maluku Utara, Bulog memanfaatkan transportasi laut menggunakan kontainer. Setiap kontainer rata-rata mengangkut hingga 25 ton beras, meski kapasitasnya dapat menyesuaikan kondisi fasilitas pelabuhan tujuan.
Ia mengakui distribusi ke wilayah kepulauan menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca dan ketersediaan kontainer. Gelombang tinggi kerap memengaruhi jadwal pelayaran serta proses bongkar muat di pelabuhan.
“Cuaca menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap kelancaran distribusi, terutama untuk wilayah kepulauan,” ungkapnya.
Di tengah tingginya kebutuhan distribusi, Bulog Sulselbar memastikan stok beras tetap dalam kondisi aman. Hingga awal Juni 2026, persediaan beras yang dikuasai Bulog Kanwil Sulselbar mencapai sekitar 889 ribu ton.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program distribusi pangan selama kurang lebih 11 bulan ke depan.
Selain mendistribusikan beras ke berbagai daerah, Bulog Sulselbar juga terus menjalankan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan, serta penyerapan gabah dan beras petani.
Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, maupun daerah tujuan distribusi di kawasan Indonesia Timur.(**)







