RUANG.NEWS PALOPO – Pendeta Gereja Toraja Jemaat Sion Lappo Palopo, Pdt. Sardelyn Mangadi, membantah isu yang menyebut adanya teror atau serangan yang secara khusus menyasar gereja di Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.
Menurut Sardelyn, peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu bermula dari aksi saling lempar batu yang melibatkan kelompok pemuda di wilayah Lebang Lappo.
Karena kejadian berlangsung di kawasan permukiman, sejumlah bangunan warga ikut terdampak, termasuk bangunan gereja yang berada di sekitar lokasi.
Ia menegaskan, informasi yang berkembang mengenai adanya teror terhadap gereja tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
“Tidak ada teror terhadap gereja. Yang terjadi adalah aksi saling lempar batu antar pemuda. Karena lokasinya berada di tengah lingkungan warga, beberapa rumah dan bangunan gereja ikut terkena lemparan,” ujar Pdt. Sardelyn Mangadi.
Sardelyn menilai klarifikasi tersebut penting untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia khawatir informasi yang tidak utuh dapat memicu persepsi keliru dan memperkeruh situasi yang sebenarnya masih kondusif.
Menurutnya, hubungan antarwarga di lingkungan Lebang selama ini terjalin dengan baik.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Penyebaran informasi yang tidak utuh berpotensi memperbesar persoalan dan menimbulkan kekhawatiran yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga ketenangan dan mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum yang saat ini masih melakukan penyelidikan.
“Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Percayakan proses hukum kepada pihak yang berwenang,” ujarnya.
Sebelumnya, pihak kepolisian melalui Polres Palopo menyampaikan bahwa hasil penyelidikan sementara belum menemukan indikasi serangan terhadap rumah ibadah maupun unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut sekaligus meningkatkan patroli di kawasan Lebang guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, aparat kepolisian bersama tokoh masyarakat terus mengimbau warga untuk mengedepankan komunikasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.(rls)







