Menu ✖

Politik

Di Bone, Bawaslu Sulsel Ajak Generasi Muda Perkuat Pengawasan Pemilu di Era Digital

badge-check

Di Bone, Bawaslu Sulsel Ajak Generasi Muda Perkuat Pengawasan Pemilu di Era Digital (IST) Perbesar

Di Bone, Bawaslu Sulsel Ajak Generasi Muda Perkuat Pengawasan Pemilu di Era Digital (IST)

RUANG.NEWS BONE – Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan, Saiful Jihad, mengajak generasi muda mengambil peran aktif dalam mengawal demokrasi dan mencegah pelanggaran pemilu.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan luring Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Bone di Watampone, Senin (8/6).

Dalam arahannya, Saiful Jihad menekankan bahwa tanggung jawab menjaga integritas pemilu tidak hanya berada di tangan penyelenggara dan pengawas pemilu.

Menurutnya, masyarakat, khususnya kalangan muda, harus memiliki keberanian moral untuk terlibat dalam upaya pencegahan berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak demokrasi.

“Jika praktik politik uang dan pelanggaran lainnya kita anggap merusak demokrasi, lalu mengapa kita tidak berdiri untuk mencegahnya?” ujar Saiful di hadapan peserta kegiatan.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Sulsel itu menjelaskan, program Pendidikan Pengawas Partisipatif bertujuan membangun kesadaran publik sekaligus mengorganisasi partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu secara terstruktur.

“Maka Bawaslu hadir, adik-adik hadir untuk mengawasi dan mencegah pelanggaran itu agar tidak terjadi,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Saiful juga menyoroti tantangan pengawasan pemilu yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi.

Ia menilai praktik politik uang kini tidak lagi dilakukan secara konvensional, tetapi mulai memanfaatkan berbagai platform dan instrumen digital.

Karena itu, menurutnya, pengawas partisipatif dari kalangan generasi muda perlu memiliki kemampuan dan literasi digital yang memadai untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.

“Banyak jenis praktik politik uang. Kecanggihan teknologi sekarang memperkaya bentuk-bentuk politik uang, sehingga dibutuhkan generasi yang memahami perkembangan tersebut,” katanya.

Saiful berharap kegiatan P2P tidak hanya menjadi sarana transfer pengetahuan, tetapi juga melahirkan gagasan dan inovasi baru dalam pengawasan pemilu. Ia mendorong peserta untuk menyebarluaskan pemahaman tentang demokrasi dan pengawasan pemilu kepada masyarakat luas menjelang Pemilu 2029.

“Yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah bagaimana membangun diskusi yang lebih inovatif dan menjadi efek berantai dalam meningkatkan literasi demokrasi menuju Pemilu 2029,” tutupnya.

Kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

11 Okt 2026 - 17:05 WITA

Jika Ingin Maju Musda Demokrat Sulsel, Appi Butuh Minimal 6 Dukungan

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

10 Okt 2026 - 22:02 WITA

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

10 Okt 2026 - 19:37 WITA

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

9 Okt 2026 - 00:52 WITA

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai

8 Okt 2026 - 16:16 WITA

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai
Trending di Politik