RUANG.NEWS TAKALAR – Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, hampir pasti akan terpilih sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Takalar.
Hal tersebut setelah hasil Musyawarah cabang (Muscab) DPC PKB Takalar menetapkan dirinya sebagai calon tunggal.
Ia mengaku, saat ini ia mulai menyiapkan strategi untuk memperkuat dominasi partainya menjelang Pemilu 2029.
Ia menargetkan PKB meraih delapan kursi DPRD Takalar atau bertambah tiga kursi dibanding hasil Pemilu 2024.
Target tersebut disampaikan Hengky setelah mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) dalam rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) PKB.
Sebagai satu-satunya kandidat yang mengikuti UKK, peluangnya memimpin DPC PKB Takalar semakin terbuka.
Hengky mengatakan capaian PKB pada Pemilu 2024 menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang.
Saat itu, PKB berhasil menjadi partai dengan kursi terbanyak di DPRD Takalar dan mengamankan kursi Ketua DPRD.
“Alhamdulillah, pada Pemilu 2024 PKB Takalar menjadi partai dengan perolehan kursi terbanyak, yakni lima kursi. Ke depan, kami menargetkan minimal dua kursi di setiap daerah pemilihan sehingga bisa meraih delapan kursi DPRD,” kata Hengky.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi sejarah baru bagi PKB Takalar.
Untuk pertama kalinya, partai berlambang bola dunia itu berhasil menduduki unsur pimpinan DPRD sekaligus memenangkan pemilu legislatif di tingkat kabupaten.
“Ini sejarah bagi PKB Takalar. Sebelumnya kami belum pernah masuk unsur pimpinan DPRD. Berkat kekompakan dan kerja keras seluruh kader, PKB berhasil memenangkan pemilu dan merebut kursi Ketua DPRD,” ujarnya.
Meski demikian, Hengky mengingatkan seluruh kader agar tidak cepat berpuas diri.
Ia menilai penambahan kursi legislatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran partai dalam mengawal pembangunan daerah.
Selain fokus pada target elektoral, Hengky juga mulai mempersiapkan partai menghadapi kemungkinan perubahan sistem pemilu yang saat ini masih dibahas di tingkat nasional.
“PKB harus siap dengan semua opsi. Jika pemilu nasional dan lokal dipisahkan, kami siap. Jika tetap serentak, kami juga akan menyiapkan strategi terbaik untuk memenangkan kontestasi,” tegas mantan Anggota DPRD Sulawesi Selatan tersebut.
Dalam agenda penguatan partai, Hengky memberi perhatian khusus pada keterwakilan perempuan dan kaderisasi generasi muda.
Ia menargetkan keterwakilan perempuan tidak hanya memenuhi ketentuan minimal 30 persen, tetapi juga memiliki peran strategis dalam kepengurusan dan pencalonan legislatif.
“Salah satu fokus kami adalah memenuhi bahkan melampaui ketentuan keterwakilan perempuan 30 persen, baik dalam kepengurusan maupun pencalegan,” katanya.
Hengky juga menilai generasi muda akan menjadi faktor penentu dalam peta politik Pemilu 2029.
Karena itu, PKB akan membuka ruang yang lebih luas bagi anak muda untuk terlibat dalam kepengurusan dan aktivitas partai.
“Anak muda harus diberi ruang karena mereka akan menjadi kekuatan politik terbesar ke depan. Di PKB, pengurus tingkat kecamatan memang dipersyaratkan berusia maksimal 40 tahun,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Sulawesi Selatan, Muhammad Haekal, menyebut Hengky Yasin menjadi satu-satunya kandidat dari Takalar yang mengikuti UKK.
Sesuai mekanisme partai, hanya peserta UKK yang dapat melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Saat ini, hasil UKK telah berada di tingkat DPP PKB untuk dibahas dan ditetapkan.
DPP menjadwalkan pengumuman ketua DPC terpilih pada pertengahan Juni 2026, sementara pelantikan pengurus hasil Muscab akan berlangsung serentak di Jakarta pada Juli 2026.
Dengan dukungan kader dan status sebagai calon tunggal, Hengky Yasin berada di posisi terdepan untuk memimpin PKB Takalar sekaligus mempertahankan partainya sebagai salah satu kekuatan politik utama di Kabupaten Takalar.(**)








