Menu ✖

DPRD Sulsel

Sultan Tajang Tinjau Abrasi Sungai Tanrongi-Batu, Minta Penanganan Cepat untuk Selamatkan Jembatan Gantung

badge-check

Sultan Tajang Tinjau Abrasi Sungai Tanrongi-Batu, Minta Penanganan Cepat untuk Selamatkan Jembatan Gantung (IST) Perbesar

Sultan Tajang Tinjau Abrasi Sungai Tanrongi-Batu, Minta Penanganan Cepat untuk Selamatkan Jembatan Gantung (IST)

RUANG.NEWS WAJO – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, meninjau langsung lokasi abrasi di Sungai Tanrongi-Batu, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Minggu (7/5/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan setelah warga mengeluhkan abrasi yang terus menggerus tebing sungai dan mengancam lahan perkebunan serta jembatan gantung penghubung Desa Tanrongi dan Desa Batu.

Dari hasil pemantauan di lapangan, abrasi telah mengikis tanah di sekitar pondasi jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat setempat.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga karena jembatan tersebut berperan penting dalam menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi, khususnya bagi para petani.

Abrasi yang mengikis tanah sekitar pondasi jembatan gantung
Abrasi yang mengikis tanah sekitar pondasi jembatan gantung (IST)

Sultan Tajang menjelaskan, bentuk alur Sungai Tanrongi-Batu yang berkelok menjadi salah satu penyebab utama abrasi.

Saat debit air meningkat, arus sungai mengalir lebih deras dan menghantam tebing di sekitar pondasi jembatan sehingga mempercepat pengikisan tanah.

“Badan sungai yang berkelok membuat arus air lebih mudah mengikis tanah di sekitar pondasi ketika debit air meningkat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa membahayakan keberadaan jembatan,” ujar Sultan Tajang saat meninjau lokasi.

Melihat kondisi tersebut, legislator Partai Gerindra yang akrab disapa Icul itu langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang.

Kondisi terkini abrasi
Kondisi terkini abrasi (IST)

Icul sapaan akrab Sultan Tajang meminta instansi terkait segera mengambil langkah penanganan sementara guna mencegah kerusakan yang lebih parah.

Menurutnya, solusi yang paling memungkinkan dalam waktu dekat ialah melakukan pengerukan pada bagian sungai yang berkelok.

Langkah itu bertujuan memperlancar aliran air dan mengurangi tekanan arus yang selama ini menghantam tebing di sekitar jembatan.

“Penanganan yang dibutuhkan saat ini adalah pengerukan untuk meluruskan alur sungai yang berkelok sebelum jembatan. Ini penting agar arus air tidak langsung menghantam area pondasi,” kata Icul saat berkomunikasi dengan pihak BBWS melalui sambungan telepon di lokasi.

Sultan Tajang saat menelpon pihak BBWS memperlihatkan kondisi sungai
Sultan Tajang saat menelpon pihak BBWS memperlihatkan kondisi sungai (IST)

Ia menegaskan, penanganan cepat sangat penting mengingat wilayah tersebut berpotensi mengalami peningkatan debit air saat musim hujan.

Jika abrasi terus berlanjut tanpa tindakan, jembatan gantung itu berisiko mengalami kerusakan serius bahkan hanyut saat banjir.

“Yang kami khawatirkan, ketika curah hujan tinggi dan debit sungai meningkat, jembatan ini bisa terancam hilang. Padahal jembatan ini menjadi akses vital bagi masyarakat, terutama petani yang setiap hari melintas untuk mengangkut hasil perkebunan dan menjalankan aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sultan Tajang didampingi Kepala Desa Tanrongi, tokoh masyarakat, serta sejumlah petani setempat.

Mereka berharap pemerintah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi abrasi yang terus menggerus tanah di sekitar pondasi jembatan gantung.

Warga menilai penanganan cepat sangat dibutuhkan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus memastikan akses penghubung antara Desa Tanrongi dan Desa Batu tetap aman digunakan.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

11 Okt 2026 - 18:54 WITA

Warga Mappala Keluhkan Sampah, Kadir Halid Perjuangkan Motor Pengangkut

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

8 Okt 2026 - 16:33 WITA

Sulsel Jadi Daerah Pertama Inisiasi Perda Perlindungan Pekerja Migran

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

6 Okt 2026 - 14:20 WITA

Jamkrida Sulsel Bakal Jadi Perseroda, Pansus Minta Perkuat Rencana Bisnis

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

4 Okt 2026 - 23:37 WITA

Siap Kawal, Cicu Dampingi Mensos Gus Ipul Luncurkan Gerakan Peduli Tetangga di Makassar

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar

2 Okt 2026 - 23:08 WITA

Ketua DPRD Sulsel Dampingi Kepala BGN Resmikan SPPG 3T di Takalar
Trending di DPRD Sulsel