Menu ✖

Pemkot Makassar

Wali Kota Makassar Soft Launching Pete-pete Laut 12 Juni, Perkuat Konektivitas Kepulauan

badge-check

Pemerintah Kota Makassar akan meluncurkan program Pete-pete Laut pada Jumat, 12 Juni 2026 (IST) Perbesar

Pemerintah Kota Makassar akan meluncurkan program Pete-pete Laut pada Jumat, 12 Juni 2026 (IST)

RUANG.NEWS MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar akan meluncurkan program Pete-pete Laut pada Jumat, 12 Juni 2026, sebagai langkah awal menghadirkan layanan transportasi laut yang lebih terjangkau dan terjadwal bagi masyarakat kepulauan.

Peluncuran perdana transportasi laut tersebut akan berlangsung di Pulau Barrang Lompo dan menjadi bagian dari kunjungan kerja Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, ke sejumlah pulau di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Muhammad Rheza, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan tahapan uji coba sebagai persiapan peluncuran program tersebut.

“Kami sudah melakukan uji coba, sehingga rencana soft launching program Pete-pete Laut dilaksanakan pada Jumat, 12 Juni, di Pulau Barrang Lompo,” kata Rheza, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, Pete-pete Laut menjadi salah satu program strategis Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat konektivitas antarpulau sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan publik lainnya.

“Peluncuran ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih mudah diakses oleh masyarakat pulau,” ujarnya.

Rheza menjelaskan, seluruh persiapan pelaksanaan soft launching telah rampung. Pada tahap awal, Dinas Perhubungan akan mengoperasikan satu unit kapal kayu milik pemerintah yang selama ini berada dalam pengelolaan Dishub Makassar.

Kapal tersebut mampu mengangkut sekitar 25 hingga 30 penumpang dalam setiap perjalanan. Pemerintah Kota Makassar merencanakan layanan ini beroperasi satu kali dalam sepekan sambil mengevaluasi tingkat kebutuhan dan respons masyarakat.

“Karena masih tahap awal dan belum memiliki anggaran khusus, sementara kami memanfaatkan kapal operasional yang sudah ada,” jelasnya.

Menurut Rheza, keterbatasan anggaran operasional, terutama untuk kebutuhan bahan bakar, menjadi pertimbangan utama dalam menentukan frekuensi pelayaran pada tahap awal.

Meski demikian, Pemkot Makassar membuka peluang menambah frekuensi pelayaran apabila tingkat penggunaan layanan menunjukkan tren positif.

“Frekuensi layanan direncanakan sekali sepekan sambil melihat antusiasme masyarakat dan efektivitas pelaksanaannya,” tambahnya.

Ia menegaskan, Pete-pete Laut diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan mobilitas rutin, seperti pelajar, tenaga kesehatan, guru, serta warga yang melakukan perjalanan antarpulau secara berkala.

Pemerintah juga akan menyusun jadwal operasional berdasarkan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Karakteristik masyarakat pulau berbeda dengan masyarakat daratan. Karena itu, jadwal operasional akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat agar layanan ini benar-benar memberikan manfaat optimal,” ujar Rheza.

Ia menambahkan, armada yang digunakan telah dilengkapi nahkoda dan kru berpengalaman. Kapal tersebut merupakan bantuan Kementerian Perhubungan yang selama ini dikelola oleh Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Melalui program Pete-pete Laut, Pemkot Makassar berharap aksesibilitas masyarakat kepulauan semakin meningkat sehingga pelayanan publik, aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan distribusi kebutuhan masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan merata.

Uji Coba Perdana ke Pulau Bonetambu

Rangkaian kegiatan peluncuran akan diawali dengan keberangkatan rombongan Pemerintah Kota Makassar menuju Pulau Barrang Lompo.

Selain seremoni peluncuran Pete-pete Laut, pemerintah juga akan menyalurkan sejumlah bantuan kepada masyarakat kepulauan.

Dinas Pendidikan dijadwalkan menyerahkan bantuan beasiswa, sementara perangkat daerah lainnya akan menyalurkan bantuan bibit untuk mendukung aktivitas masyarakat.

Kunjungan kerja tersebut juga dimanfaatkan Wali Kota Makassar untuk meninjau sejumlah program pembangunan di wilayah kepulauan, termasuk lokasi yang direncanakan menjadi kawasan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di Pulau Barrang Lompo.

Usai peluncuran, armada Pete-pete Laut akan langsung menjalani perjalanan uji coba menuju Pulau Bonetambu sebagai bagian dari evaluasi awal operasional layanan.

“Setelah launching, kita akan melakukan trial menuju Pulau Bonetambu. Di sana rombongan akan merasakan langsung penggunaan Pete-pete Laut sekaligus melihat bagaimana layanan ini dapat mendukung konektivitas masyarakat kepulauan,” tutur Rheza.

Di Pulau Bonetambu, Wali Kota Munafri Arifuddin bersama jajaran Pemerintah Kota Makassar juga akan meninjau sejumlah kebutuhan masyarakat dan infrastruktur yang menjadi bagian dari program pembangunan wilayah kepulauan.(**)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Inovasi Simpul Nusantara Antar Kelurahan Gunung Sari Makassar ke Penilaian Nasional

9 Okt 2026 - 11:04 WITA

Inovasi Simpul Nusantara Antar Kelurahan Gunung Sari Makassar ke Penilaian Nasional

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

8 Okt 2026 - 11:57 WITA

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

7 Okt 2026 - 14:37 WITA

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

5 Okt 2026 - 22:33 WITA

Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

TP PKK Makassar Gelar Capacity Building 2026, Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi

5 Okt 2026 - 22:17 WITA

TP PKK Makassar Gelar Capacity Building 2026, Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi
Trending di Pemkot Makassar