RUANG.NEWS MAKASSAR – Pemerhati demokrasi Rais Syukur Timung menyerukan perlunya peremajaan sistem secara menyeluruh untuk menyelamatkan kualitas demokrasi di Indonesia.
Menurutnya, berbagai kebijakan publik saat ini lebih banyak ditentukan oleh kepentingan politik dibandingkan pertimbangan objektif dan kebutuhan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Rais saat menjadi narasumber dalam dialog akbar bertajuk “Menggugat Kebijakan Populis dan Krisis Demokrasi Era Prabowo-Gibran” yang digelar Forum Komunikasi Pemuda (FKP) Malut Makassar di Kopi Aspirasi, Jalan AP Pettarani, Makassar, Ahad (14/6/2026).
Rais menilai dominasi kepentingan politik dalam proses pengambilan keputusan menjadi salah satu penyebab Indonesia mengalami stagnasi di berbagai sektor pembangunan.
Kondisi tersebut, kata dia, menghambat lahirnya kebijakan yang benar-benar berpihak pada kemajuan bangsa.
“Jadi salah satu alasan kenapa kita sulit tumbuh karena seluruh akurasi kebijakan itu diputuskan secara politis. Sudah seharusnya kita melakukan proses peremajaan terhadap semua sistem, karena apa pun yang kita lakukan kalau tidak ada proses peremajaan maka dia akan membusuk,” ujar Rais.
Ia menjelaskan, peremajaan sistem yang dimaksud merupakan bentuk penghalusan dari gagasan “Reset Indonesia”, yakni upaya memperbaiki tata kelola negara secara menyeluruh agar lebih adaptif terhadap tantangan zaman dan tidak terjebak dalam kepentingan politik jangka pendek.
Selain itu, Rais juga menyoroti penurunan kualitas demokrasi di Indonesia.
Ia mengacu pada sejumlah hasil riset yang menunjukkan posisi Indonesia berada di peringkat ke-67 dari 167 negara dalam indeks demokrasi dunia yang mengalami penurunan.
Menurutnya, tanpa pembaruan sistem, berbagai persoalan tata kelola negara akan terus berulang dan sulit diselesaikan secara mendasar.
“Sekarang ini sistem sudah membusuk karena apa pun yang kita lakukan diputuskan secara politis. Kalau kondisinya seperti ini, kita mau apa?” katanya.
Dialog akbar tersebut turut melibatkan pimpinan organisasi yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Makassar serta dihadiri sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.(**)










