RUANG.NEWS MAKASSAR — Anggota DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, resmi bergabung dalam jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan.
Dalam kepengurusan yang baru, ia dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kelembagaan DPD HNSI Sulsel.
Pengukuhan pengurus DPD HNSI Sulsel berlangsung bersamaan dengan pelantikan Ketua DPD HNSI Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA), bersama jajaran pengurus lainnya yang akan menjalankan program organisasi untuk memperjuangkan kepentingan nelayan di Sulawesi Selatan.
Sultan Tajang menilai amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk memperjuangkan kesejahteraan nelayan yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi bagian dari pengurus HNSI Sulawesi Selatan. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya berkomitmen untuk bekerja demi kesejahteraan nelayan dan memperjuangkan hak-hak mereka agar mendapatkan perhatian yang lebih baik dari pemerintah,” ujar Sultan Tajang, Sabtu (20/6).
Menurutnya, nelayan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses permodalan, minimnya sarana dan prasarana penangkapan ikan, perlindungan sosial yang belum optimal, hingga fluktuasi harga hasil tangkapan.
Karena itu, Icul sapaan akrabnya menegaskan HNSI harus hadir sebagai wadah yang mampu memperjuangkan aspirasi nelayan sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat pesisir dan pemerintah.
“Nelayan memiliki kontribusi besar terhadap ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, mereka harus mendapatkan dukungan yang maksimal. HNSI harus menjadi organisasi yang benar-benar memperjuangkan kepentingan nelayan, baik dalam peningkatan kesejahteraan maupun perlindungan profesi mereka,” katanya.
Sebagai anggota DPRD Sulsel, Icul menilai posisi barunya di HNSI akan memperkuat upayanya dalam mendorong kebijakan yang berpihak kepada nelayan dan masyarakat pesisir.
Ia berkomitmen memanfaatkan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan di DPRD Sulsel untuk mengawal program-program yang mendukung peningkatan taraf hidup nelayan.
Program tersebut mencakup bantuan sarana penangkapan ikan, penguatan kelembagaan nelayan, pelatihan keterampilan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
“Posisi saya sebagai anggota DPRD Sulsel menjadi modal penting untuk mengawal aspirasi nelayan. Kebutuhan dan keluhan nelayan akan kami dorong agar masuk dalam program pembangunan daerah. Saya ingin keberadaan saya di DPRD dan HNSI dapat saling mendukung untuk menghadirkan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh nelayan,” tegasnya.
Icul juga berharap sinergi antara HNSI, pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam membangun sektor kelautan dan perikanan Sulawesi Selatan yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dengan bergabungnya Sultan Tajang dalam kepengurusan DPD HNSI Sulsel, aspirasi nelayan diharapkan semakin terakomodasi melalui jalur organisasi maupun kebijakan di parlemen daerah.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kesejahteraan nelayan di Sulawesi Selatan.(**)







