Menu ✖

Pemkot Makassar

Seleksi Pimpinan BAZNAS Makassar Dipastikan Transparan

badge-check

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Makassar, Mohammad Syarief (IST) Perbesar

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Makassar, Mohammad Syarief (IST)

RUANG.NEWS MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar memastikan proses seleksi pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026–2031 berlangsung terbuka, objektif, dan sesuai mekanisme yang berlaku dengan melibatkan BAZNAS RI sebagai pihak yang memiliki kewenangan menetapkan pimpinan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Makassar, Mohammad Syarief, mengatakan seluruh tahapan seleksi telah dijalankan sesuai ketentuan oleh Tim Seleksi dan Panitia Seleksi Kota Makassar sebelum diserahkan kepada BAZNAS RI untuk proses penetapan.

“Alhamdulillah, seluruh proses seleksi telah berjalan sesuai mekanisme,” kata Syarief usai pelantikan dan pengambilan sumpah lima pimpinan BAZNAS Kota Makassar oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (6/7/2026).

Ia menjelaskan, Panitia Seleksi Kota Makassar mengusulkan 10 nama calon pimpinan kepada BAZNAS RI. Selanjutnya, BAZNAS RI melakukan proses seleksi hingga menetapkan lima orang sebagai pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031.

Menurut Syarief, sepuluh nama yang diusulkan berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, akademisi, hingga tokoh masyarakat yang dinilai memiliki kapasitas dan integritas dalam pengelolaan zakat.

“Keterwakilan 10 nama itu sudah mencerminkan berbagai unsur masyarakat, baik dari ormas, akademisi maupun unsur lainnya. Prosesnya benar-benar terbuka dan memberikan ruang yang sama bagi seluruh peserta,” ujarnya.

Ia menegaskan, keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan BAZNAS RI sehingga tidak tepat jika peserta yang belum terpilih dianggap tidak memenuhi syarat.

“Yang melakukan seleksi akhir adalah BAZNAS Pusat. Jadi tidak ada istilah tidak terpilih berarti tidak layak. Mereka semua merupakan putra-putri terbaik yang telah mengikuti proses seleksi. Hanya saja, kewenangan untuk menetapkan lima pimpinan berada di BAZNAS Pusat,” katanya.

Syarief berharap peserta yang belum terpilih tetap dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung penguatan pengelolaan zakat di Kota Makassar.

“Mereka yang belum terpilih tentu masih memiliki ruang yang sangat besar untuk mengabdi kepada masyarakat. Kami juga berharap masukan dan gagasan mereka tetap diberikan kepada Pemerintah Kota Makassar maupun BAZNAS Kota Makassar demi kemajuan bersama,” tuturnya.

Selain itu, Syarief mengungkapkan Wali Kota Makassar memberikan sejumlah arahan strategis kepada kepengurusan baru BAZNAS, terutama terkait percepatan transformasi digital dalam layanan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah.

Menurut dia, digitalisasi menjadi pekerjaan rumah utama yang harus segera diwujudkan agar masyarakat semakin mudah menunaikan kewajibannya sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan.

“Pak Wali menekankan perlunya digitalisasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah. Ini menjadi pekerjaan rumah pertama bagi kepengurusan yang baru agar pelayanan semakin mudah, cepat, dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, aspek akuntabilitas juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Seluruh proses penghimpunan hingga penyaluran dana zakat harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.

“Ketika akuntabilitas semakin baik, maka kepercayaan masyarakat juga akan meningkat. Dampaknya tentu partisipasi masyarakat dalam membayar zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS juga akan semakin besar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031, Usman Sofian, menegaskan penguatan basis data atau big data menjadi langkah awal yang akan dilakukan kepengurusan baru guna meningkatkan tata kelola zakat yang lebih profesional, akurat, dan tepat sasaran.

“Yang pertama perlu kami lakukan adalah memahami secara utuh potensi yang dimiliki Kota Makassar. Karena itu kami membutuhkan big data,” katanya.

Usman menuturkan, pengelolaan zakat yang baik harus ditopang oleh data yang akurat, baik mengenai mustahik maupun potensi muzakki sebagai sumber utama penghimpunan zakat.

“Bukan hanya data mustahik, tetapi yang jauh lebih penting adalah data potensi muzakki, termasuk potensi zakat, infak, dan sedekah yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, data yang akurat akan menjadi dasar dalam penyusunan strategi penghimpunan dan pendistribusian zakat sehingga bantuan yang disalurkan dapat tepat sasaran.

“Itu menjadi fondasi utama bagi pengelolaan zakat yang lebih baik,” katanya.

Kepengurusan baru BAZNAS Kota Makassar juga menargetkan peningkatan penghimpunan zakat sebesar 25 hingga 30 persen dibandingkan capaian periode sebelumnya.

Usman mengapresiasi kinerja pimpinan BAZNAS periode 2021–2026 yang berhasil menghimpun zakat sekitar Rp10 miliar hingga Rp11 miliar per tahun dalam tiga tahun terakhir.

“Kami tinggal menyempurnakan dan meningkatkan capaian yang sudah sangat baik tersebut. Bersama lima komisioner, kami memiliki komitmen yang sama untuk memaksimalkan potensi zakat sehingga target peningkatan sekitar 25 sampai 30 persen bisa tercapai,” ujarnya.

Menurut Usman, peningkatan penghimpunan zakat tidak hanya mengandalkan kontribusi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga melalui perluasan basis muzakki dari kalangan pelaku usaha dan dunia bisnis.

“Kami ingin memaksimalkan potensi para pengusaha dan tokoh masyarakat. Bisa jadi selama ini mereka ingin menunaikan zakat, tetapi belum menemukan saluran yang tepat. Karena itu kami ingin membangun kesadaran sekaligus menghadirkan layanan yang lebih mudah,” katanya.

Ia menambahkan, transformasi digital menjadi strategi penting untuk menjawab perubahan perilaku masyarakat dalam berzakat.

“Penghimpunan zakat tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara manual atau tatap muka. Masyarakat harus diberikan kemudahan melalui layanan digital,” ujarnya.

BAZNAS Kota Makassar juga tengah menyiapkan berbagai inovasi pelayanan, antara lain layanan zakat drive-thru serta kerja sama dengan pengelola pusat-pusat perbelanjaan guna memperluas akses masyarakat dalam menunaikan zakat.

“Kami ingin menghadirkan layanan zakat drive-thru dan bekerja sama dengan pusat perbelanjaan,” katanya.

Menurut Usman, tantangan terbesar dalam pengelolaan zakat bukan terletak pada besarnya potensi yang tersedia, melainkan pada upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikannya.

“Tugas kami adalah menghadirkan layanan yang mudah, terpercaya, dan akuntabel agar semakin banyak masyarakat menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS,” pungkasnya.

Adapun lima pimpinan BAZNAS Kota Makassar periode 2026–2031 terdiri atas Usman Sofian sebagai ketua serta Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Yusriani sebagai anggota.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Inovasi Simpul Nusantara Antar Kelurahan Gunung Sari Makassar ke Penilaian Nasional

9 Okt 2026 - 11:04 WITA

Inovasi Simpul Nusantara Antar Kelurahan Gunung Sari Makassar ke Penilaian Nasional

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

8 Okt 2026 - 11:57 WITA

Di Forum Makassar Leadership Summit, Munafri: Event Harus Berdampak Nyata Bagi Ekonomi Masyarakat

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

7 Okt 2026 - 14:37 WITA

Munafri Ajak REI Susun Rasio Pembangunan Hunian dan Infrastruktur Dasar, Agar Warga Tak Jauh Sekolah

Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

5 Okt 2026 - 22:33 WITA

Buka Rakernas GWS II di Makassar, Appi: Urban Farming Bisa Jadi Solusi Swasembada Pangan

TP PKK Makassar Gelar Capacity Building 2026, Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi

5 Okt 2026 - 22:17 WITA

TP PKK Makassar Gelar Capacity Building 2026, Perkuat Komunikasi dan Kolaborasi
Trending di Pemkot Makassar