RUANG.NEWS, Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Program Kerja di Aula Kantor Desa Bonto Manai, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Kamis (9/7/2026).
Seminar yang berlangsung sekitar pukul 13.40 hingga 14.30 WITA itu menjadi langkah awal mahasiswa KKN untuk memaparkan sekaligus meminta masukan terhadap program-program yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian di Desa Bonto Manai.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Bonto Manai, kepala dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, imam desa, ketua RT, guru sekolah, Babinsa, hingga mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin.
Koordinator Desa KKN-T Unhas Gelombang 116, Muhaimin Abdillah, mengatakan seluruh program kerja disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat di Desa Bonto Manai.
“Program yang kami susun merupakan hasil observasi langsung di lapangan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, seluruh kegiatan yang kami laksanakan nantinya dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung pemberdayaan masyarakat Desa Bonto Manai,” ujar Muhaimin.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan satu program kerja kelompok dan enam program kerja individu.
Program kerja kelompok berupa pemasangan penanda rumah kepala dusun guna mempermudah akses pelayanan masyarakat.
Sementara program kerja individu meliputi sosialisasi Desa Sadar Hukum mengenai hak dan kewajiban masyarakat, pemberdayaan UMKM melalui penguatan identitas digital usaha berbasis Google Maps, optimalisasi konsumsi ikan melalui inovasi bakso ikan sebagai menu MPASI bergizi untuk mendukung pencegahan stunting, program Mental Health Warrior berupa psikoedukasi regulasi emosi dan Future Tree bagi pelajar SMA, serta implementasi budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kelistrikan bagi siswa SMK berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL).
Kepala Dusun Tala-Tala, Sadollah yang mewakili Pemerintah Desa Bonto Manai menyambut baik program yang ditawarkan mahasiswa KKN-T dan berharap seluruh kegiatan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami mengapresiasi program-program yang telah disusun mahasiswa KKN Unhas. Kami berharap seluruh kegiatan dapat berjalan lancar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan pengetahuan, pelayanan, serta pengembangan potensi desa,” kata Sadollah.
Pada sesi diskusi, peserta seminar memberikan sejumlah masukan. Di antaranya, mahasiswa Teknik Elektro diharapkan memberikan materi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) kepada siswa SMK, sementara mahasiswa Ilmu Hukum diminta memperluas penyuluhan hukum hingga menyasar kalangan pelajar.
Masyarakat juga mengusulkan edukasi mengenai budidaya perikanan bagi warga yang memiliki kolam ikan serta penyuluhan gizi untuk meningkatkan konsumsi ikan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.
Seluruh program kerja mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin akhirnya disetujui untuk dilaksanakan dengan tetap berkoordinasi bersama Pemerintah Desa Bonto Manai dan menyesuaikan kondisi di lapangan.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, program-program tersebut diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan Desa Bonto Manai secara berkelanjutan selama masa pelaksanaan KKN. (**)






