RUANG.NEWS SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan menjalin kolaborasi strategis bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).
Sinergi ini bertujuan mencetak pekerja migran yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Wakil Menteri P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Minggu (12/7/2026).
Dalam pertemuan itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menegaskan kesiapan daerahnya untuk menjadi pilot project penyiapan pekerja migran yang memiliki keterampilan, perlindungan, dan daya saing global.
Menurut Syaharuddin, Pemerintah Kabupaten Sidrap telah menyiapkan lokasi pelatihan di Datae sebagai langkah awal mendukung program peningkatan kompetensi calon pekerja migran.
“Pemerintah Kabupaten Sidrap siap mendukung penuh agar anak-anak Sidrap bisa bekerja di luar negeri dengan aman, terlindungi, dan bermartabat. Tempat pelatihan di Datae sudah kami siapkan, tinggal didorong programnya agar segera berjalan,” ujar Syaharuddin.
Ia menilai kolaborasi dengan Kementerian P2MI menjadi momentum penting untuk membuka lebih banyak peluang kerja bagi generasi muda Sidrap di luar negeri melalui jalur resmi.
Syaharuddin juga berharap kerja sama tersebut melibatkan perguruan tinggi di daerah, termasuk ITKES Muhammadiyah Sidrap, sehingga lulusan yang memiliki kompetensi dapat mengikuti pelatihan, memperoleh sertifikasi, dan diberangkatkan sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, Wakil Menteri P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla menyebut Sidrap memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil tenaga kerja berkualitas.
Ia menjelaskan, sektor pekerja migran menjadi salah satu penopang ekonomi nasional dengan kontribusi remitansi yang mencapai sekitar Rp290 triliun pada tahun sebelumnya.
“Harapan Bapak Presiden, kita harus mengubah profil pekerja migran. Saat ini sekitar 72 persen masih berada di sektor informal. Target kita dalam lima tahun ke depan, pekerja migran di sektor formal, skilled, dan profesional harus meningkat menjadi minimal 35 persen,” kata Dzulfikar.
Menurutnya, transformasi tersebut hanya dapat terwujud melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi keterampilan, dan penguasaan bahasa asing, seperti bahasa Jepang, Korea, dan Jerman.
Pemerintah pusat, lanjut Dzulfikar, siap memberikan pendampingan kepada pemerintah daerah agar calon pekerja migran memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja internasional.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para rektor perguruan tinggi di Sidrap, serta kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sidrap.
Kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sidrap, perguruan tinggi, dan lembaga pelatihan kerja (LPK) diharapkan mampu menjadi model pengembangan SDM yang menghasilkan pekerja migran profesional, berdaya saing global, serta memperoleh perlindungan hukum secara optimal.(***)







