RUANG.NEWS MAKASSAR — Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), langsung merespons instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dengan menetapkan target peningkatan perolehan kursi legislatif sebesar 50 persen pada seluruh tingkatan di Sulawesi Selatan.
Komitmen tersebut disampaikan IAS usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Formatur DPD I Partai Golkar Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulsel, Sabtu (18/7) malam.
“Harapan Ketua Umum untuk meningkatkan perolehan kursi di seluruh tingkatan telah menjadi komitmen saya. Insyaallah, Sulawesi Selatan di setiap tingkatannya akan ada peningkatan kursi sebanyak 50 persen,” tegas IAS dalam pidatonya.
IAS menjelaskan, target tersebut mencakup seluruh jenjang legislatif. Untuk DPR RI, Partai Golkar Sulsel ditargetkan meningkatkan perolehan kursi dari empat menjadi minimal enam kursi. Sementara di DPRD Provinsi Sulsel, target dinaikkan dari 14 menjadi 21 kursi.
Adapun pada tingkat DPRD kabupaten/kota, IAS membidik peningkatan yang lebih besar, yakni dari 138 kursi menjadi hampir 200 kursi di seluruh Sulawesi Selatan.
Menurut IAS, target tersebut hanya dapat dicapai melalui konsolidasi dan kerja bersama seluruh elemen partai, mulai dari pengurus pusat, DPD I, hingga DPD II di kabupaten/kota.
“Itu tidak mungkin bisa berjalan tanpa sinergitas dan kolaborasi. Saya juga telah menyerahkan roadmap strategi lima tahun ke depan kepada Ketua Umum sebagai pegangan dan modal bersama kita untuk bekerja,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia memberikan penegasan kepada IAS yang saat itu menjadi calon tunggal Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Bahlil meminta kepemimpinan baru memprioritaskan peningkatan perolehan kursi Partai Golkar pada seluruh tingkatan legislatif.
Menurut Bahlil, Sulawesi Selatan merupakan salah satu lumbung suara historis sekaligus barometer politik nasional sehingga kejayaan Partai Golkar di daerah tersebut harus kembali diwujudkan.
“Target kami adalah menaikkan kursi partai. Itu merupakan amanah Musyawarah Nasional (Munas). Selain itu, Partai Golkar juga berkewajiban mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran melalui berbagai program yang telah direncanakan,” kata Bahlil kepada wartawan.
Bahlil menegaskan, fokus utama IAS adalah memperkuat konsolidasi internal dan memastikan mesin partai bekerja maksimal untuk mendongkrak perolehan suara pada pemilu mendatang.
Ia bahkan memberikan instruksi tersebut saat proses Musda masih berlangsung dan kepengurusan baru belum ditetapkan secara resmi.
“Yang saya tekankan, kursi harus naik. Perintah DPP kepada calon Ketua DPD Golkar yang belum disahkan karena Musda belum selesai adalah kursi partai harus naik, baik di DPR RI, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota,” tegasnya.
Terkait peluang penugasan politik IAS pada Pemilu maupun Pilkada mendatang, Bahlil mengaku belum ingin berspekulasi.
Menurutnya, pembahasan mengenai posisi politik IAS akan dilakukan setelah target konsolidasi dan peningkatan kursi partai berhasil diwujudkan.
“Nanti setelah itu kita akan melihat Pak Ilham cocoknya di mana, apakah di DPR RI, menjadi gubernur, atau lebih dari itu. Politik tidak ada yang tahu. Yang penting sekarang bekerja sebaik-baiknya untuk kepentingan Partai Golkar,” ujarnya.
Instruksi tersebut sekaligus menjadi penegasan arah kebijakan DPP Partai Golkar terhadap kepemimpinan baru di Sulawesi Selatan, yakni mengembalikan dominasi partai melalui peningkatan perolehan kursi legislatif pada pemilu mendatang. (***)








