RUANG.NEWS WAJO – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Gerindra, Sultan Tajang, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan berbagai aspirasi masyarakat Desa Walanga, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo.
Reses tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa, Imam Desa, Ketua TP PKK Desa dan sekitar 200 lebih masyarakat desa.
Aspirasi tersebut meliputi pembangunan jembatan, jalan tani, bantuan rumah layak huni, pemasangan KWH listrik, hingga penyediaan sumur bor.
Komitmen itu disampaikan Sultan Tajang saat menggelar temu konstituen atau reses Masa Persidangan III Tahun Anggaran 2025–2026 di Desa Walanga, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan reses berlangsung interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak, terutama pembangunan Jembatan Banga-Bangae yang menjadi akses utama masyarakat mengangkut hasil pertanian.
Salah seorang warga menjelaskan, pembangunan Jembatan Banga-Bangae masih terkendala akses masuk material.

Karena itu, masyarakat mengusulkan pembangunan jembatan di depan SMP lebih dahulu agar kendaraan pengangkut material dapat melintas.
“Ada permintaan dari masyarakat Desa Walanga terkait Jembatan Banga-Bangae. Kendalanya adalah jalan masuk karena mobil pembawa material tidak bisa lewat. Kalau mau dibangun Jembatan Banga-Bangae, sebaiknya dibangun dulu jembatan di depan SMP sebagai akses masuk material,” ujarnya.
Warga lainnya menyampaikan apresiasi atas kepedulian Sultan Tajang terhadap masyarakat. Menurutnya, berbagai bantuan yang telah diperjuangkan legislator muda tersebut memberikan harapan bagi warga.
“Kami juga meminta Jembatan Banga-Bangae diperbaiki karena menjadi akses utama bagi tukang ojek dan pengangkutan hasil panen. Gabah petani sulit diangkut untuk ditimbang jika jembatan belum diperbaiki,” katanya.
Ia juga berharap Pemerintah dapat menambah kuota bantuan rumah layak huni di Desa Walanga.

“Saya sebagai Ketua PKK melihat masih banyak warga yang layak menerima bantuan bedah rumah. Kami berharap jumlah bantuan yang masuk ke desa ini bisa lebih dari 10 unit,” ujarnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Sultan Tajang memastikan seluruh usulan masyarakat akan dicatat dan diperjuangkan sesuai dengan kewenangannya sebagai anggota DPRD Sulawesi Selatan.
“Kehadiran saya di sini untuk mendengar setiap persoalan masyarakat, mencatat seluruh usulan, kemudian memperjuangkannya sesuai kewenangan yang saya miliki,” kata Sultan Tajang.
Ia menegaskan siap mengawal bantuan rumah layak huni maupun program lainnya selama memenuhi persyaratan administrasi dan tersedia dalam program pemerintah.
“Insya Allah, selama menjadi kewenangan saya dan terdapat program yang bisa dimanfaatkan, akan saya perjuangkan. Begitu pula bantuan rumah layak huni. Jika data penerima memenuhi syarat, kami akan berupaya agar bantuan tersebut bisa direalisasikan,” ujarnya.
Terkait permintaan pemasangan KWH listrik bagi warga yang belum memiliki sambungan listrik, Sultan meminta pemerintah desa segera menyiapkan data pendukung.
“Silakan siapkan fotokopi KTP dan foto rumah. Nanti saya akan menindaklanjutinya. Sebelumnya sudah ada beberapa rumah yang berhasil kami bantu memperoleh sambungan listrik, dan mudah-mudahan Desa Walanga juga mendapatkan bantuan yang sama,” jelasnya.
Sultan juga menjelaskan bahwa usulan pembangunan jembatan, jalan tani, dan sumur bor harus diajukan melalui mekanisme resmi berupa proposal agar dapat diproses dalam program pemerintah.
“Saya bukan pelaksana proyek. Tugas saya sebagai anggota DPRD adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui mekanisme yang berlaku. Karena itu setiap usulan pembangunan harus dilengkapi proposal resmi,” tegasnya.
Sebagai contoh, Sultan menyebut Desa Manyili, Kecamatan Takkalalla, baru saja memperoleh bantuan hampir Rp700 juta untuk pembangunan jalan tani setelah memenuhi seluruh persyaratan administrasi.
“Saya berharap Desa Walanga juga bisa mendapatkan bantuan serupa apabila proposalnya lengkap. Saya siap memberikan contoh proposal sekaligus mendampingi proses pengusulannya agar sesuai dengan ketentuan,” katanya.
Selain infrastruktur, Sultan memastikan akan meneruskan aspirasi masyarakat terkait kondisi sekolah kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo karena berkaitan dengan keselamatan peserta didik.
Dalam reses tersebut, Sultan Tajang menetapkan sejumlah usulan prioritas yang akan segera ditindaklanjuti, yakni pendataan calon penerima bantuan KWH listrik, pendataan calon penerima rumah layak huni, serta penyusunan proposal pembangunan jalan tani, jembatan, dan sumur bor.
Menutup kegiatan, Sultan Tajang menegaskan dirinya memiliki tanggung jawab moral untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya sebagai wakil rakyat.
“Sebagai wakil masyarakat di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, saya memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan setiap aspirasi yang disampaikan. Karena itu saya memohon doa dan dukungan agar seluruh usulan hari ini dapat diwujudkan melalui program pemerintah,” tutupnya.(***)







