RUANG.NEWS SIDRAP — Upaya memperluas akses pendidikan sekaligus membangun kemandirian anak terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) melalui kolaborasi berbagai pihak.
Hal itu diwujudkan melalui pembukaan Program Pendampingan Anak Tidak Sekolah/Putus Sekolah (ATS PTS) dengan pendekatan coaching serta penyerahan bantuan alat pembuatan abon ikan bagi anak ATS PTS di Kantor Desa Buae, Kecamatan Maritengngae, Sabtu (8/8/2026).
Program tersebut merupakan kerja sama PKBM Ponpes Al-Irsyad, Pemerintah Desa Buae, Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidenreng Rappang, dan sejumlah pihak terkait.
Kegiatan itu ditujukan untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan formal.
Selain mendorong kembali semangat belajar, program tersebut membekali anak dengan keterampilan praktis sebagai bekal menuju kemandirian.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua TP PKK Kabupaten Sidenreng Rappang, Haslindah Syaharuddin, Kepala Desa Buae, Abdul Gafur Syarifuddin, Kepala PKBM Ponpes Al-Irsyad, Kepala Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang, Staf Ahli TP PKK Kabupaten Sidenreng Rappang, serta pengurus TP PKK Kabupaten Sidenreng Rappang.
Haslindah Syaharuddin mengapresiasi inisiatif PKBM Ponpes Al-Irsyad menghadirkan Program Pendampingan ATS PTS dengan pendekatan coaching di Desa Buae.
Menurut dia, program tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama agar anak-anak yang memiliki keterbatasan dalam mengakses pendidikan tetap memperoleh kesempatan untuk belajar, mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, dan mempersiapkan masa depan.
“Setiap anak memiliki potensi dan keunggulan masing-masing. Karena itu, pendampingan perlu dilakukan secara personal agar minat dan potensi mereka dapat digali, dikembangkan, dan diarahkan secara tepat,” ujar Haslindah.
Melalui pendekatan coaching, anak-anak mendapatkan pendampingan yang lebih terarah sesuai dengan karakter, minat, dan kebutuhan masing-masing.
Sementara itu, bantuan alat pembuatan abon ikan menjadi bagian dari upaya pemberdayaan melalui pemberian keterampilan produktif yang dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.
Haslindah mengatakan bantuan tersebut bukan sekadar sarana produksi, melainkan juga bagian dari upaya membekali anak dengan kecakapan hidup.
Pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah, seperti abon ikan, diharapkan dapat menjadi contoh usaha kreatif yang dapat dikembangkan.
Program tersebut juga sejalan dengan 10 Program Pokok PKK, khususnya bidang pendidikan dan keterampilan serta pengembangan ekonomi keluarga.
Di sisi lain, program itu mendukung program unggulan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif, dan Wakil Bupati Nur Kanaah, melalui program prioritas Pendidikan Unggul.
“Pendidikan unggul bukan hanya tentang bangku sekolah, tetapi tentang bagaimana setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, terampil, dan mandiri,” tuturnya.
Haslindah menambahkan, lembaga pendidikan nonformal seperti PKBM memiliki peran strategis dalam menjangkau anak-anak yang membutuhkan pendampingan khusus.
Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan keluarga dinilai menjadi kunci dalam menangani persoalan anak tidak sekolah dan putus sekolah.
TP PKK Kabupaten Sidenreng Rappang berharap Program Pendampingan ATS PTS dengan pendekatan coaching tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Melalui pendidikan, keterampilan, dan pemberdayaan, anak-anak diharapkan mampu mengenali potensi diri, berkarya, serta membangun masa depan yang lebih mandiri.(***)







