RUANG.NEWS – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Sugiono mengatakan bantuan tersebut menjadi wujud kepedulian dan solidaritas partai kepada masyarakat NTT yang tengah menghadapi bencana.
Penyaluran bantuan itu juga bertepatan dengan momentum peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Partai Gerindra tidak larut dalam perayaan HUT RI saja, tetapi bergerak sebagai bentuk solidaritas,” kata Sugiono di Jakarta, Minggu (16/8) kemarin.
Gerindra menyalurkan bantuan melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi NTT.
Bantuan tersebut diharapkan segera memenuhi berbagai kebutuhan dasar warga di wilayah terdampak gempa.
Selain mengalokasikan bantuan dana, Partai Gerindra mengerahkan kader di daerah untuk membantu warga secara langsung.
Di Kabupaten Ngada, Flores, pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Ngada mendatangi sejumlah lokasi pengungsian.
Mereka juga mendirikan dapur umum darurat untuk memenuhi kebutuhan makanan para pengungsi.
Sugiono mengatakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto telah meminta seluruh kader terkait segera menyiapkan makanan siap saji dan bergizi untuk kemudian membagikannya kepada masyarakat terdampak.
Gerindra juga memberi perhatian khusus kepada kelompok rentan, terutama ibu dan anak, agar kebutuhan mereka selama berada di lokasi pengungsian tetap terpenuhi.
Menurut Sugiono, langkah tersebut menunjukkan bahwa Partai Gerindra tidak hanya menyalurkan bantuan dalam bentuk dana, tetapi juga memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Kami berharap langkah ini dapat meringankan beban warga, seraya terus mendoakan agar saudara-saudara kita di Flores senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kelancaran dalam pemulihan pascabencana,” kata Sugiono.
9.290 Warga Masih Mengungsi
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mengonfirmasi sebanyak 9.290 warga masih berada di sejumlah titik pengungsian setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemutakhiran data hingga pukul 00.00 WIB mencatat jumlah pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 2.078 jiwa.
Di Kabupaten Sikka, sebanyak 1.356 warga mengungsi di GOR Samador. Sementara itu, sekitar 2.000 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri dan tersebar di 10 titik lokasi.
Penyaluran bantuan dan keterlibatan kader Gerindra di lapangan diharapkan dapat membantu mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana.(***)







