RUANG.NEWS MAKASSAR — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Lukman B Kady, mengatakan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel terpilih, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), terus memperkuat komunikasi dengan kader di daerah melalui roadshow ke sejumlah kabupaten/kota.
Lukman mengatakan, roadshow tersebut berlangsung sebelum pelantikan dan sambil menunggu surat keputusan (SK) kepengurusan.
Kegiatan itu bertujuan mempererat hubungan Ilham dengan para ketua DPD II Partai Golkar se-Sulsel.
“Pak Ketua terpilih, Ilham Arief Sirajuddin, sebelum pelantikan dan sambil menunggu SK, melakukan roadshow ke daerah-daerah. Tujuannya untuk mempererat hubungan dengan ketua-ketua DPD II se-Sulawesi Selatan,” kata Lukman saat ditemui di Makassar, Selasa (18/8).
Ia menyebut dirinya turut mendampingi Ilham dalam kunjungan ke 13 kabupaten/kota.
Roadshow tersebut dimulai dari Pangkep, berlanjut hingga Malili, dan berakhir di Sidrap.
“Alhamdulillah, kemarin saya sendiri mendampingi beliau mengunjungi 13 kabupaten/kota, mulai dari Pangkep, Malili, hingga berakhir di Sidrap,” ujarnya.
Menurut Lukman, kunjungan tersebut mendapat respons positif dari kader Golkar di daerah.
Ia menyebut dukungan kader terhadap kepemimpinan Ilham Arief Sirajuddin cukup kuat.
“Respons seluruh kader terhadap terpilihnya Pak Ilham Arief Sirajuddin sangat bagus. Beliau mendapat dukungan penuh untuk memimpin Golkar ke depan,” katanya.
Sementara itu, terkait susunan kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel, Lukman mengatakan pihaknya masih menunggu pembahasan tim di Jakarta.
Hingga kini, posisi yang telah diketahui baru ketua terpilih.
“Untuk personalia struktur, saat ini kita masih menunggu hasil tim yang sementara dibahas di Jakarta. Jadi, yang baru diketahui sekarang baru ketua terpilih. Untuk posisi di bawahnya, seperti sekretaris dan bendahara, belum ada keputusan,” jelasnya.
Lukman juga menilai posisi sekretaris memiliki peran penting dalam menjalankan roda organisasi.
Menurut dia, Golkar membutuhkan sosok yang mampu bekerja aktif dan mendampingi ketua dalam menggerakkan organisasi.
“Yang pasti, menurut pemahaman saya, sekretaris itu adalah mesin organisasi. Kita membutuhkan orang yang ulet, lincah, dan benar-benar mampu mendampingi ketua dalam menjalankan roda organisasi partai ke depan,” tuturnya.(***)







