RUANG.NEWS MAKASSAR — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Sulawesi Selatan (Sulsel) akan mengumpulkan seluruh anggota fraksinya dari 24 kabupaten/kota dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) sekaligus konsolidasi pada 29-30 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut juga akan melibatkan para pimpinan daerah NasDem serta ketua-ketua DPD NasDem se-Sulawesi Selatan.
Sekretaris DPD NasDem Sulsel, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu, mengatakan konsolidasi tersebut menjadi bagian dari persiapan partai menghadapi dinamika politik dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami melaksanakan konsolidasi seluruh fraksi se-Sulawesi Selatan, kemudian para pimpinan daerah NasDem, serta ketua-ketua DPD se-Sulawesi Selatan. Konsolidasi ini kembali dilaksanakan dalam rangka persiapan menghadapi tahun-tahun politik ke depan,” kata Cicu, Rabu (26/8/2026).
Menurut Cicu, NasDem Sulsel juga akan membahas kesiapan struktur partai dan para kader dalam menghadapi berbagai tantangan politik. Ia menilai dinamika politik ke depan akan semakin kompleks, terutama dengan adanya sejumlah regulasi yang tengah menjadi perhatian.
“Kami juga membahas kesiapan struktur serta kesiapan teman-teman dalam menghadapi berbagai tantangan politik ke depan. Tantangannya tentu akan semakin banyak,” ujarnya.
Cicu menyebut salah satu isu yang menjadi perhatian yakni pembahasan sejumlah undang-undang, termasuk Undang-Undang Pemilu. Selain itu, NasDem juga mencermati putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK).
Namun, kata Cicu, putusan MK tersebut tidak terlalu memengaruhi NasDem karena partai besutan Surya Paloh itu sejak awal telah memenuhi ketentuan keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.
“Namun, terkait putusan MK tersebut, sebenarnya NasDem tidak terlalu terganggu karena sejak awal kami sudah memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan,” katanya.
Tidak Bahas Khusus Kader Pindah Partai
Dalam agenda konsolidasi tersebut, NasDem Sulsel juga tidak secara khusus menjadikan isu perpindahan kader sebagai pembahasan utama.
Cicu mengatakan pilihan politik merupakan hak pribadi setiap kader. Karena itu, ia tidak mempersoalkan kader yang memilih meninggalkan NasDem dan bergabung dengan partai lain.
“Kalau persoalan itu, sebenarnya kami tidak pernah membahasnya secara khusus. Karena pilihan politik itu merupakan pilihan pribadi masing-masing,” kata Cicu.
Ia menegaskan NasDem menghormati pilihan setiap kader.
“Kalau memang sudah merasa tidak nyaman di NasDem, ya itu merupakan pilihan pribadi mereka,” ujarnya.
Pencalekan Dini Berpeluang Dibahas
Selain konsolidasi struktur dan kesiapan menghadapi dinamika politik, agenda Bimtek NasDem Sulsel juga berpeluang membahas persoalan pencalekan dini.
Cicu membuka kemungkinan pembahasan tersebut karena jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan konsolidasi.
“Bisa jadi. Karena dari DPP juga datang,” kata Cicu.
Konsolidasi ini menjadi momentum bagi NasDem Sulsel untuk menyatukan langkah seluruh unsur partai, mulai dari anggota fraksi di 24 kabupaten/kota, pimpinan daerah, hingga jajaran DPD dalam menghadapi perkembangan politik ke depan.(***)







