Menu ✖

Olahraga

Wali Kota Hadiri Raker KONI Makassar, Ismail Ungkap Target 200 Emas di Porprov 2026

badge-check

Wali Kota Hadiri Raker KONI Makassar, Ismail Ungkap Target 200 Emas di Porprov 2026 (DOK: RUANG.NEWS) Perbesar

Wali Kota Hadiri Raker KONI Makassar, Ismail Ungkap Target 200 Emas di Porprov 2026 (DOK: RUANG.NEWS)

RUANG.NEWS MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadiri Rapat Kerja (Raker) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar yang mengusung tema “Harumkan Olahraga Makassar melalui Porprov Sulsel 2026 Menuju Prestasi Nasional” di Novotel Makassar, Sabtu (28/8).

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum KONI Makassar Ismail mengungkap target besar Kota Makassar pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026. Makassar menargetkan 200 medali emas sekaligus mempertahankan gelar juara umum.

Ismail mengatakan, Makassar memiliki potensi besar di bidang olahraga dengan tradisi juara dan semangat yang kuat untuk terus meningkatkan prestasi.

“Sesungguhnya, perjalanan kita selama ini menunjukkan bahwa Kota Makassar memiliki potensi besar di bidang olahraga. Kita memiliki semangat, tradisi juara, dan komitmen yang kuat untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu kekuatan Kota Makassar,” kata Ismail dalam sambutannya.

Pada Porprov Sulsel 2022, Makassar keluar sebagai juara umum dengan torehan 106 medali emas, 80 perak, dan 140 perunggu. Capaian tersebut, menurut Ismail, menjadi bukti besarnya potensi atlet Makassar.

Namun, ia menegaskan bahwa mempertahankan gelar juara bukan satu-satunya tujuan. KONI Makassar juga fokus membangun sistem pembinaan dan tata kelola organisasi agar prestasi olahraga dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Persoalannya bukan hanya bagaimana mempertahankan gelar juara. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun sebuah sistem agar prestasi tersebut dapat terus tumbuh dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ismail menjelaskan, sejak kepengurusan saat ini memimpin KONI Makassar, pembenahan organisasi menjadi salah satu prioritas. Pembenahan tersebut mencakup tata kelola olahraga, perencanaan, hingga pengelolaan keuangan.

“Kami ingin KONI Kota Makassar tumbuh bukan hanya dalam prestasi, tetapi juga dalam tata kelola organisasi yang baik. Kami percaya bahwa prestasi yang besar akan menjadi kuat apabila dibangun di atas organisasi yang tertib, terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

KONI Makassar juga menerapkan sistem aplikasi dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan organisasi secara terintegrasi. Sistem tersebut mengadopsi konsep tata kelola yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar serta terintegrasi dengan sistem perencanaan pembangunan daerah.

Menurut Ismail, penerapan sistem tersebut bertujuan menciptakan pengelolaan organisasi yang lebih efisien, transparan, terbuka, dan akuntabel.

Ia menyebut KONI Makassar menjadi salah satu organisasi olahraga di Indonesia yang menerapkan sistem aplikasi untuk pengelolaan keuangan dan perencanaan organisasi secara terintegrasi.

Dalam kesempatan itu, Ismail juga memaparkan dukungan anggaran Pemerintah Kota Makassar terhadap pembinaan olahraga.

KONI Makassar menerima dana hibah sebesar Rp15 miliar melalui APBD Perubahan. Dari jumlah tersebut, Rp11 miliar, Dari total itu 70 persen diberikan ke cabor dan juga untuk kebutuhan persiapan dan kegiatan, termasuk Pra-Porprov.

Sementara itu, Rp3 miliar dikelola langsung KONI Makassar untuk operasional dan belanja organisasi. Adapun sisa anggaran dikembalikan sebagai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) karena terdapat program yang tidak berjalan.

Ismail menilai dukungan anggaran tersebut harus berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam pengelolaannya.

“Besarnya dukungan tersebut harus berjalan seiring dengan besarnya tanggung jawab. Karena itu, sistem tata kelola yang telah kami bangun akan terus kami perkuat agar setiap penggunaan anggaran dan setiap program dapat dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Bidik 200 Medali Emas

Menghadapi Porprov Sulsel 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang, KONI Makassar menyiapkan kekuatan besar.

Makassar akan mengikuti 43 cabang olahraga dengan kekuatan sekitar 850 atlet yang telah menjalani tes fisik dan pengukuran kondisi kebugaran.

“Target kita jelas: mempertahankan Kota Makassar sebagai juara umum,” tegas Ismail.

Ia menyebut KONI Makassar menargetkan 200 medali emas pada Porprov Sulsel IX 2026.

Ismail menegaskan, target tersebut bukan sekadar untuk mempertahankan dominasi Makassar di tingkat provinsi. KONI juga ingin menjadikan Porprov sebagai pintu bagi atlet berprestasi untuk melangkah ke level nasional hingga internasional.

“Porprov Sulsel 2026 harus kita lihat bukan hanya sebagai ajang untuk mempertahankan gelar juara, tetapi sebagai bagian dari pembangunan masa depan olahraga Kota Makassar,” ujarnya.

Ia berharap Porprov Sulsel IX dapat menjadi momentum untuk menemukan atlet-atlet muda potensial yang nantinya menjadi bagian dari masa depan olahraga Makassar.

Wali Kota Tekankan Kualitas Atlet

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa upaya mempertahankan gelar juara harus dibarengi peningkatan kualitas atlet.

“Mempertahankan juara harus dilakukan dengan peningkatan kualitas atlet. Ini yang paling penting,” kata Munafri.

Menurutnya, peningkatan kualitas atlet harus berjalan beriringan dengan sistem pengelolaan keuangan yang baik. Ia mengapresiasi langkah KONI Makassar yang membangun sistem pengelolaan keuangan secara terintegrasi.

“Seperti yang tadi disampaikan Pak Ketua, peningkatan kualitas atlet harus berjalan seiring dengan sistem pengelolaan keuangan yang baik. KONI Kota Makassar telah membangun sistem pengelolaan keuangan yang menjadi salah satu yang pertama di Indonesia,” ujarnya.

Munafri menilai transparansi dan akuntabilitas menjadi hal penting karena anggaran yang digunakan untuk pembinaan olahraga bersumber dari uang rakyat.

“Pertanggungjawaban terhadap setiap anggaran yang kita kelola menjadi hal yang sangat penting, karena anggaran tersebut pada dasarnya berasal dari rakyat,” katanya.

Karena itu, ia meminta setiap rupiah anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat nyata bagi pembinaan serta peningkatan prestasi atlet.

Menurut Munafri, pengelolaan anggaran yang transparan dan tepat sasaran akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program pembinaan olahraga.

“Ketika anggaran dikelola dengan baik, transparan, dan tepat sasaran, maka masyarakat akan melihat bahwa dukungan yang diberikan benar-benar kembali dalam bentuk prestasi,” tuturnya.

Munafri berharap konsistensi dalam pembinaan dan tata kelola dapat membuat Makassar tidak hanya mempertahankan gelar juara umum, tetapi juga meningkatkan kualitas atlet serta membangun sistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.

“Pada akhirnya, prestasi atletlah yang akan menjadi ukuran keberhasilan dari seluruh proses yang kita bangun bersama,” pungkasnya.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

15 Atlet Panjat Tebing Makassar Siap Berburu Emas di Porprov 2026

11 Okt 2026 - 00:57 WITA

15 Atlet Panjat Tebing Makassar Siap Berburu Emas di Porprov 2026

Bawa 17 Atlet, IKASI Makassar Incar 6-7 Emas di Porprov Sulsel

11 Okt 2026 - 00:02 WITA

Bawa 17 Atlet, IKASI Makassar Incar 6-7 Emas di Porprov Sulsel

Atlet PPS SMI Sulsel Siap Berlaga di Kejurnas Pencak Silat 2026, ini Harapan Sultan Tajang

10 Okt 2026 - 22:26 WITA

Atlet PPS SMI Sulsel Siap Berlaga di Kejurnas Pencak Silat 2026, ini Harapan Sultan Tajang

Dukungan KONI Jadi Modal FPTI Makassar Bidik Juara Porprov 2026

10 Okt 2026 - 18:44 WITA

Dukungan KONI Jadi Modal FPTI Makassar Bidik Juara Porprov 2026

Juarai ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Indonesia Naik ke Peringkat 117 Dunia

6 Okt 2026 - 16:34 WITA

Juarai ASEAN Cup 2026, Ranking FIFA Indonesia Naik ke Peringkat 117 Dunia
Trending di Olahraga