RUANG.News, BONE – Sebagian besar wilayah Sulawesi Selatan saat ini tengah dilanda kemarau dan kekeringan. Berbagai upaya dilakukan untuk meminimalisir dampak dari kondisi tersebut.
Salah satunya termasuk langkah spiritual seperti yang dilakukan ratusan Yonarmed 21/Kawali. Senin (31/8/2026), ratusan prajurit Yonarmed 21/Kawali bersama aparatur sipil negara (ASN) berkumpul di Garasi Meriam Yonarmed 21/Kawali, Desa Bengo, Kabupaten Bone, untuk menggelar Salat Istisqa, berupaya mengetuk pintu langit dan memohon kepada Sang Pencipta agar diturunkan hujan.
Garasi Meriam yang biasanya menjadi simbol ketangguhan pertahanan negara pun sesaat bertransformasi menjadi lautan sajadah. Dipimpin oleh Ustadz Aqib, barisan prajurit berseragam loreng tampak bersimpuh khusyuk dalam balutan kerendahan hati bermohon kepada Sang Pencipta.
Langkah yang dilakukan Yonarmed 21/Kawali ini merupakan tindak lanjut atas instruksi tegas Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
Komandan Yonarmed 21/Kawali, Letkol Arm Rianto Hartomo, mengungkapkan bahwa instruksi tersebut adalah panggilan moral bagi seluruh prajurit untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta sekaligus memohon solusi atas persoalan alam.
”Kita memohon ampun atas segala khilaf dan dosa kepada Allah SWT, serta memohon diturunkannya hujan yang membawa berkah serta rahmat yang menyuburkan bumi, memadamkan bara, dan memulihkan kehidupan yang sempat terhenti,” kata Letkol Rianto dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
“Kegiatan ini juga dilakukan untuk memohon perlindungan khusus bagi Desa Bengo dan markas Yonarmed dari ancaman gagal panen, kekeringan ekstrem, hingga bencana kebakaran,” sambungnya.
Usai memimpin pelaksanaan Salat Istisqa, Ustadz Aqib menyampaikan khutbah tentang introspeksi dan harapan baru.
Dalam khutbahnya, Ustadz Aqib menyampaikan pentingnya instropeksi kolektif (muhasabah). Mengutip ayat suci Al-Qur’an, ia mengingatkan bahwa musibah kekeringan adalah momentum bagi manusia untuk kembali memperbanyak istighfar.
”Hari ini kita berkumpul untuk memohon agar Allah mengakhiri kekeringan. Semoga hujan yang turun nanti mampu memenuhi kebutuhan air, menyuburkan tanah, menyelamatkan pertanian warga, dan menjauhkan kita dari bencana,” kata Ustadz Aqib.
Gelaran sakral ini rampung dalam situasi yang aman, tertib, dan penuh ketenangan batin. Aksi nyata Yonarmed 21/Kawali ini membuktikan bahwa kekuatan militer sejati tidak hanya bertumpu pada alutsista modern, melainkan juga pada ketulusan doa dan kedekatan emosional dengan rakyat dan Sang Pencipta.(*)







