Menu ✖

Politik

Andi Iwan Aras Telepon Dirut Pertamina, Soroti Antrean BBM dan Kelangkaan LPG 3 Kg di Sulsel

badge-check

Andi Iwan Aras Telepon Dirut Pertamina, Soroti Antrean BBM dan Kelangkaan LPG 3 Kg di Sulsel (IST) Perbesar

Andi Iwan Aras Telepon Dirut Pertamina, Soroti Antrean BBM dan Kelangkaan LPG 3 Kg di Sulsel (IST)

RUANG.NEWS MAKASSAR – Wakil Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan, Andi Iwan Darmawan Aras, menghubungi langsung Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri untuk menyampaikan keluhan masyarakat terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) dan sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram, Minggu (13/9).

Andi Iwan Aras dalam percakapannya menyampaikan sejumlah persoalan yang ia terima dari masyarakat Sulsel.

Selain antrean kendaraan yang semakin panjang di sejumlah SPBU, ia juga menyoroti distribusi BBM serta ketersediaan LPG 3 kilogram di tengah masyarakat.

Menurut Andi Iwan Aras, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi mulai menimbulkan persoalan sosial dan gangguan lalu lintas.

“Masalah sosialnya juga sudah mulai bermasalah. Situasi di lapangan bahkan sudah mulai memicu ketegangan di tengah masyarakat,” kata Andi Iwan Aras.

Ia meminta Pertamina menjelaskan penyebab kondisi yang membuat masyarakat seolah-olah menghadapi kelangkaan BBM.

Menurutnya, jika stok BBM sebenarnya tersedia, persoalan utama perlu ditelusuri pada sistem distribusinya.

“Kalau memang pasokannya aman, tentu perlu dijelaskan kepada masyarakat. Pada dasarnya stok BBM aman, tetapi persoalannya adalah bagaimana distribusinya sampai kepada masyarakat,” ujarnya.

Politisi Gerindra ini juga meminta Pertamina mengevaluasi kemungkinan adanya penyimpangan dalam proses penyaluran BBM di tingkat SPBU.

Ia menyebut adanya informasi mengenai praktik pengisian berulang serta dugaan modifikasi atau pengalihan BBM yang berpotensi mengurangi akses masyarakat terhadap BBM.

Ia mencontohkan adanya informasi mengenai BBM yang harga normalnya sekitar Rp6.400 per liter, tetapi disebut dapat dijual kembali hingga Rp16.500.

Ia meminta informasi tersebut ditelusuri untuk memastikan ada atau tidaknya praktik penyimpangan.

“Apakah ada kemungkinan SPBU melakukan permainan atau penyimpangan dalam penyaluran BBM? Ini tentu perlu diperhatikan dan ditelusuri,” katanya.

Menurutnya, antrean kendaraan pada awalnya banyak terjadi pada BBM jenis solar. Namun, kondisi tersebut kemudian menimbulkan persepsi bahwa BBM nonsubsidi juga mengalami kelangkaan.

Akibatnya, masyarakat mengalami kebingungan dan antrean kendaraan memicu kemacetan panjang.

Andi Iwan meminta Pertamina melihat kondisi pasokan dan distribusi secara menyeluruh, baik di wilayah perkotaan maupun daerah lainnya di Sulsel.

Ia juga menyoroti keluhan masyarakat terkait LPG 3 kilogram yang mulai sulit ditemukan di sejumlah lokasi.

“Sekarang bukan hanya BBM yang dikeluhkan. Tabung gas LPG 3 kilogram juga mulai sulit ditemukan,” ujarnya.

Karena itu, Andi Iwan Aras meminta Pertamina mengantisipasi kondisi tersebut dan menjelaskan langkah yang akan dilakukan untuk mengembalikan distribusi BBM dan LPG 3 kilogram ke kondisi normal.

“Kalau persoalan pasokan memang menjadi penyebabnya, kira-kira berapa lama kondisi ini bisa kembali normal?” kata dia.

Andi Iwan Aras juga meminta Pertamina mengevaluasi kemungkinan penimbunan atau praktik lain yang menyebabkan LPG 3 kilogram sulit ditemukan di pasaran.

Ia mengusulkan agar evaluasi terhadap pasokan dan distribusi dilakukan secara berkala dalam satu bulan ke depan.

Evaluasi tersebut, kata dia, penting untuk mengetahui titik persoalan sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Mungkin kita perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu selama satu bulan ke depan. Kita lihat bagaimana kondisi pasokan dan distribusinya,” ujarnya.

Andi Iwan Aras mengatakan banyak masyarakat, termasuk kalangan anak muda, menyampaikan keluhan dan mempertanyakan kondisi BBM serta LPG tersebut kepadanya.

Karena itu, ia meminta Pertamina menyampaikan informasi secara jelas dan satu arah agar masyarakat tidak menerima informasi yang simpang siur.

“Banyak masyarakat yang bertanya kepada saya mengenai persoalan ini. Karena itu, saya meminta agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar jelas dan satu arah,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar persoalan distribusi tidak dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan.

“Jangan sampai kondisi seperti ini justru dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu untuk mengambil keuntungan,” tegasnya.

Andi Iwan Aras meminta masyarakat tidak panik. Ia menyebut ketersediaan kuota BBM pada prinsipnya mencukupi, tetapi distribusi harus berjalan lebih baik agar BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Pada prinsipnya, kuota BBM kita tersedia dan mencukupi. Persoalannya adalah distribusi yang harus diperbaiki agar benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Selain meminta Pertamina melakukan pembenahan, Andi Iwan Aras juga mendorong aparat memperketat pengawasan di lapangan. Jika terdapat indikasi penyimpangan, ia meminta aparat menindak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau memang ada indikasi penyimpangan, tentu harus ditindak. Jangan sampai ada pihak yang sengaja memainkan distribusi BBM atau LPG untuk kepentingan tertentu,” katanya.

Menurut Andi Iwan Aras, pemerintah dan pihak terkait perlu melihat persoalan tersebut secara menyeluruh.

Ia menilai keluhan terkait BBM, LPG 3 kilogram, hingga pemadaman listrik bergilir perlu ditangani berdasarkan kewenangan dan akar masalah masing-masing.

Ia berharap persoalan tersebut segera teratasi sehingga masyarakat kembali mendapatkan akses BBM dan LPG dengan mudah serta memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi pasokan dan distribusinya.(***)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

10 Okt 2026 - 22:02 WITA

TUNAS 1 & 2 TIDAR Makassar, Sultan Tajang Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

10 Okt 2026 - 19:37 WITA

NasDem Sulsel Perkuat Barisan di Luwu Raya

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

9 Okt 2026 - 00:52 WITA

Bawaslu Sulsel Gandeng UIN Alauddin Perkuat Pendidikan Politik

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai

8 Okt 2026 - 16:16 WITA

DPP Demokrat Pakaikan Jaket dan Serahkan KTA ke Appi, Babak Baru Politik Dimulai

Appi Resmi Jadi Kader Demokrat, Ungkap Alasan Pilih Partai AHY

8 Okt 2026 - 15:44 WITA

Appi Resmi Jadi Kader Demokrat, Ungkap Alasan Pilih Partai AHY
Trending di Politik