RUANG.NEWS MAKASSAR – Program Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan akan kembali bertambah. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan pemerintah tengah memprogramkan tambahan sekitar tujuh hingga delapan lokasi Sekolah Rakyat di sejumlah kabupaten di Sulsel tahun ini.
Andi Iwan Darmawan Aras atau AIA menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri Sosialisasi Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial bersama seluruh pilar sosial se-Sulawesi Selatan yang digelar Kementerian Sosial di Asrama Haji Embarkasi Makassar, Jalan Asrama Haji Sudiang, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
AIA mengatakan Sulawesi Selatan termasuk provinsi yang cukup maju dalam pembangunan sumber daya manusia.
Karena itu, pemerintah terus mendorong perluasan program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
“Kita termasuk provinsi yang sudah cukup maju dalam hal pembangunan sumber daya manusia. Untuk tahun ini, insyaallah ada tujuh, bahkan delapan kabupaten yang sementara kami programkan,” kata AIA.
Namun, proses pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah masih menghadapi kendala, terutama terkait kesiapan lahan.
AIA menyebut beberapa kabupaten telah memenuhi persyaratan atau clean and clear, sementara daerah lainnya masih menyelesaikan persoalan lahan.
“Empat kabupaten lainnya masih dalam proses, terutama terkait persoalan lahan,” ujarnya.
Ia menyebut Pangkep, Enrekang, Pinrang, dan Selayar sebagai daerah yang telah clean and clear. Dalam penjelasan berikutnya, AIA juga menyebut Luwu Timur telah menyelesaikan persoalan lahannya.
Sementara itu, beberapa daerah lainnya masih menghadapi kendala berbeda.
Untuk Kabupaten Luwu, misalnya, lahan yang disiapkan masih berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Untuk Luwu, lahannya masih berstatus LP2B atau lahan pertanian pangan berkelanjutan,” jelas AIA.
Sedangkan di Kabupaten Luwu Utara, lahan yang disiapkan merupakan aset Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Namun, lahan tersebut masih membutuhkan proses administrasi lebih lanjut.
“Sementara Luwu Utara, lahannya merupakan lahan milik Pemerintah Provinsi dan belum ada IBA,” katanya.
Adapun di Toraja Utara, pemerintah masih melakukan pematangan lahan. Lokasi yang disiapkan berada di area rumah sakit yang saat ini tengah diratakan dan dipersiapkan kembali.
“Sedangkan Toraja Utara masih dalam tahap pematangan lahan. Lokasinya merupakan area rumah sakit yang saat ini sedang dimatangkan dan diratakan kembali,” tutur AIA.
Apresiasi untuk Menteri Sosial
Selain membahas perkembangan Sekolah Rakyat, AIA turut menyoroti mobilitas Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang menurutnya terus bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya untuk memastikan program sosial pemerintah berjalan.
“Beliau selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain, bahkan dari udara, terbang ke berbagai daerah,” lanjutnya.
Menurut AIA, keberhasilan pemerintah dalam menjalankan berbagai program sosial tidak terlepas dari kinerja Kementerian Sosial serta dukungan seluruh pilar sosial di daerah.
Karena itu, ia berharap Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf terus meningkatkan kinerja, khususnya melalui program Sekolah Rakyat.
“Kita berharap Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Pak Menteri sekarang semakin hari semakin memberikan kinerja yang maksimal, terutama melalui program Sekolah Rakyat,” katanya.
AIA juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri Sosial atas alokasi program Sekolah Rakyat untuk Sulawesi Selatan.
“Kami mewakili masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri atas pengalokasian Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan,” tutur AIA.
Ia mengatakan Sulawesi Selatan sebelumnya telah mendapatkan sembilan lokasi Sekolah Rakyat yang tersebar di sejumlah kabupaten.
Untuk tahun ini, pemerintah kembali menyiapkan tambahan sekitar tujuh lokasi Sekolah Rakyat di Sulsel.
“Untuk tahun anggaran yang lalu, Provinsi Sulawesi Selatan sudah mendapatkan sembilan lokasi Sekolah Rakyat di kabupaten. Insyaallah, tahun ini, kalau saya tidak salah, Pak Menteri akan mengalokasikan lagi sekitar tujuh lokasi Sekolah Rakyat di Provinsi Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Penambahan tersebut diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Sulawesi Selatan.(***)






