RUANG.NEWS SIDRAP — Satuan Tugas (Satgas) BBM Bersubsidi Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mengintensifkan pengawasan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Langkah ini bertujuan menjaga penyaluran BBM bersubsidi tetap lancar, tertib, dan terkendali.
Satgas melakukan pengawasan terpadu sejak 8 September 2026 bersama Kepolisian Resor (Polres) Sidrap dan Kodim 1420 Sidrap.
Dari 11 SPBU yang tersebar di wilayah Sidrap, tim telah memantau 10 SPBU.
Hasil pemantauan menunjukkan antrean masih terlihat di sejumlah SPBU.
Meski demikian, kondisi secara umum masih terkendali dan pelayanan berjalan lancar. Stok BBM, baik Solar maupun Pertalite, juga masih tersedia.
Tim melakukan pengawasan secara langsung di lapangan.
Bupati Sidrap meminta Satgas memaksimalkan waktu pengawasan hingga kondisi kembali normal.
Kabag Perekonomian dan SDA Sidrap, Haris Alimin, mengatakan Satgas telah memberikan sejumlah catatan evaluasi kepada pengelola SPBU.
Salah satunya meminta pengelola memaksimalkan operasional nozzle untuk mempercepat pelayanan dan mengurai antrean.
“Satgas memberikan sejumlah catatan evaluasi kepada pengelola SPBU. Salah satunya meminta operasional nozzle dimaksimalkan untuk mempercepat pelayanan dan mengurai antrean,” terang Haris di sela pemantauan, Kamis (17/9/2026).
Haris juga meminta pihak SPBU menyampaikan informasi ketersediaan stok Solar dan Pertalite secara jelas kepada masyarakat.
Informasi tersebut penting agar pengendara yang mengantre mengetahui kondisi stok dan tidak kecewa ketika tiba di lokasi pengisian.
Selain mengawasi SPBU, Satgas mengimbau masyarakat membeli BBM secara bijak dan sesuai peruntukannya.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pengisian secara berulang dan cukup melakukan pengisian satu kali dalam sehari.
“Pengawasan terpadu akan terus dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap berjalan lancar, tertib, dan terkendali,” tandasnya.(***)







