RUANG.NEWS MAKASSAR — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, dalam membangun ekosistem pangan dan mengembangkan hilirisasi pertanian.
Bima Arya menyampaikan apresiasi tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pertumbuhan Ekonomi Regional di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (18/9/2026).
Dalam kegiatan itu, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif atau Syahar tidak hadir dan mengutus Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah untuk mengikuti rakor.
Bima sempat menyinggung ketidakhadiran Syahar sebelum menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Sidrap mengembangkan ekosistem pangan dan hilirisasi pertanian.
“Saya dari awal tanya, Sidrap ini paling penting nih karena menarik ya, bisa membangun ekosistem dan hilirisasi pangan,” ujar Bima, dikutip dari laman YouTube Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurut Bima, hilirisasi menjadi penting karena daerah tidak cukup hanya menghasilkan komoditas dalam bentuk bahan mentah.
Pemerintah daerah perlu mendorong pengolahan komoditas agar menghasilkan nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Bima menegaskan, pembangunan ekosistem hilirisasi juga tidak berhenti pada proses produksi.
Pemerintah daerah perlu memperkuat berbagai aspek pendukung, mulai dari konektivitas pasar, logistik, distribusi, peluang investasi, stabilitas harga, pengendalian inflasi, pasokan energi, hingga infrastruktur.
Dalam kesempatan tersebut, Bima secara khusus menyoroti pengembangan ekosistem inovasi porang di Sidrap.
Ia bahkan mengaku pernah mengonsumsi produk beras porang yang dikembangkan dari komoditas tersebut.
“Nah, ini best practice Sidrap, Bu. Nanti ibu [wakil bupati] silakan bicara lebih panjang tapi saya sebagai konsumen utama beras porang ini sangat mengapresiasi, mengagumi Sidrap ini ya, membangun ekosistem inovasi Porang di sana. Nanti bisa cerita juga seperti apa. Jadi ada nilai tambah dalam hal hilirisasinya di sana,” kata Bima.
Bima menilai pengembangan porang menjadi produk olahan menunjukkan penerapan hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.
Ia berharap ekosistem pangan dan hilirisasi yang telah dibangun Sidrap terus dijaga serta dikembangkan.
Menurutnya, penguatan ekosistem tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi daerah.(***)







