RUANG.NEWS MAKASSAR — Wakil Ketua Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Fadel Taufan Ansar, meminta PT Vale Indonesia meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan di Sulawesi Selatan.
Fadel mengatakan aktivitas pertambangan PT Vale memiliki cakupan nasional. Namun, perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Selatan juga perlu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemerintah dan masyarakat daerah.
“Pertambangan skupnya itu memang skala nasional, tetapi tidak menutup kemungkinan kami dari Komisi C memanggil untuk mempertanyakan apa-apa saja sumbangsinya ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait pembagian-pembagiannya dan bantuan-bantuan CSR dan lain-lain,” kata Fadel seusai rapat Komisi C bersama PT Vale di kantor sementara DPRD Sulsel, Kamis (24/9).
Fadel Dorong Aturan Kontribusi PT Vale
Fadel mengatakan DPRD Sulsel terus mendorong penyusunan rancangan peraturan daerah (perda) yang mengatur kontribusi PT Vale kepada pemerintah daerah.
Salah satu usulan yang dibahas ialah alokasi 6 persen dari UPK PT Vale untuk Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Sudah disampaikan ke PT Vale untuk mencanangkan rancangan perda terkait 6 persen untuk UPK-nya PT Vale untuk disalurkan ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Menurut Fadel, aturan tersebut penting untuk memberikan dasar yang lebih jelas terhadap kontribusi perusahaan kepada daerah.
Dengan regulasi tersebut, dukungan PT Vale diharapkan dapat ikut memperkuat pembangunan di Sulawesi Selatan.
Fadel Soroti Reboisasi PT Vale
Selain kontribusi perusahaan, Fadel turut menyoroti pelaksanaan program reboisasi PT Vale.
Dalam rapat bersama Komisi C, PT Vale menyampaikan telah melakukan reboisasi sekitar 10.000 hektare dari total 13.000 hektare lahan.
Fadel kemudian meminta kejelasan mengenai penyelesaian reboisasi sekitar 3.000 hektare lahan yang masih tersisa.
“Tadi kami tanyakan 3.000 hektare kapan akan dilakukan dan insya Allah akan segera,” kata Fadel.
Fadel menegaskan PT Vale perlu terus memperhatikan kelestarian lingkungan dalam menjalankan aktivitas pertambangan di Sulawesi Selatan.
Ia juga mendorong agar perusahaan memenuhi komitmen terhadap program lingkungan sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi pembangunan dan masyarakat Sulsel.(***)







